Tiga Pekerja BUMD Tewas di Gorong-Gorong Cipayung
Tiga pekerja proyek dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Pintu 3 Keong Mas, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (9/7/2026). Mereka diduga keracunan gas beracun saat bekerja. Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengonfirmasi kejadian tersebut. "Kami mengevakuasi korban keracunan gas di gorong-gorong di Jalan Pintu 3 Keong Mas, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, sebanyak tiga orang meninggal dunia," ujarnya di Jakarta.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula ketika seorang pekerja masuk ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pekerjaan. Saat berada sekitar setengah tangga menuju dasar gorong-gorong, korban tiba-tiba pingsan. Rekan kerjanya yang melihat berusaha menolong dengan masuk ke dalam gorong-gorong, namun ikut pingsan. Pekerja ketiga yang mencoba membantu juga mengalami nasib serupa. "Pekerja proyek pam sedang masuk gorong gorong lalu setengah tangga pingsan, dan temannya menolong untuk membantu namun ikut pingsan juga, lalu masuk satu orang pingsan lagi, jadi total tiga orang," jelas Abdul.
Proses Evakuasi
Gulkarmat menerima laporan pada pukul 09.49 WIB dari petugas instansi lain. Pos Gulkarmat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengerahkan dua unit penyelamat dengan 12 personel ke lokasi. Mereka tiba pukul 09.55 WIB dan memulai operasi penyelamatan pukul 10.00 WIB. Prosedur penyelamatan di ruang terbatas (confined space rescue) diterapkan. Evakuasi selesai pukul 11.55 WIB, namun ketiga pekerja sudah meninggal dunia. "Petugas menerima informasi pada pukul 09.49 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.55 WIB. Operasi penyelamatan dimulai pukul 10.00 WIB dan selesai pada pukul 11.55 WIB," kata Abdul, dikutip dari Antara.
Penyelidikan Penyebab
Penyebab pasti adanya gas beracun di dalam gorong-gorong masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Belum diketahui jenis gas yang menyebabkan ketiga pekerja tersebut tewas. Kejadian ini menjadi pengingat akan risiko keselamatan kerja di ruang terbatas seperti gorong-gorong.



