Heboh Lagi, Taman Kota Cawang Jadi Sarang Asusila Sesama Lelaki
Lokasi rekreasi publik di Jakarta Timur ini kembali menjadi pusat perhatian negatif setelah laporan dari warga mengenai aktivitas tak pantas yang terjadi di dalamnya. Taman Kota Cawang, yang seharusnya menjadi ruang hijau untuk keluarga dan masyarakat beraktivitas, justru diduga dimanfaatkan sebagai tempat praktik asusila sesama lelaki.
Keluhan Warga yang Terus Berulang
Warga yang tinggal di sekitar taman tersebut mengungkapkan kekhawatiran dan ketidaknyamanan mereka. Menurut beberapa sumber, aktivitas asusila ini bukanlah kejadian pertama kalinya. Insiden serupa telah dilaporkan sebelumnya, namun tampaknya belum ada tindakan tegas yang mampu menghentikan praktik tersebut secara menyeluruh.
"Kami sering melihat perilaku mencurigakan, terutama pada malam hari. Ini sangat mengganggu karena taman seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk semua orang," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Keluhan serupa juga disampaikan oleh orang tua yang khawatir anak-anak mereka terpapar lingkungan yang tidak sehat.
Dampak terhadap Lingkungan dan Masyarakat
Aktivitas asusila di Taman Kota Cawang tidak hanya menimbulkan keresahan sosial, tetapi juga berpotensi merusak citra ruang publik. Taman yang seharusnya berfungsi sebagai paru-paru kota dan tempat bersantai, kini justru dihindari oleh sebagian masyarakat karena reputasinya yang buruk.
Dampak negatifnya meluas hingga mengganggu ketenangan lingkungan sekitar. Warga merasa tidak nyaman untuk berjalan-jalan atau berolahraga di area tersebut, terutama saat senja atau malam hari. Hal ini mengurangi manfaat sosial dari keberadaan taman sebagai fasilitas umum.
Upaya Penanganan dan Tanggapan Pihak Berwenang
Meskipun laporan telah disampaikan, respons dari pihak berwenang masih dinilai lambat oleh sebagian warga. Mereka menuntut adanya patroli rutin dan penegakan hukum yang lebih ketat untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Beberapa langkah yang diusulkan oleh masyarakat setempat antara lain:
- Peningkatan pencahayaan di area taman untuk mengurangi titik gelap yang sering dimanfaatkan pelaku.
- Pemasangan kamera pengawas atau CCTV sebagai alat deteksi dini dan pencegahan.
- Koordinasi yang lebih intensif antara aparat keamanan dengan pengelola taman untuk memantau aktivitas mencurigakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pengelola Taman Kota Cawang atau pihak kepolisian setempat mengenai langkah konkret yang akan diambil. Warga berharap insiden ini dapat menjadi perhatian serius agar taman kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
