Sahroni Desak Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Bocah Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Sahroni secara tegas mendesak pihak kepolisian untuk segera menetapkan tersangka dalam kasus tragis yang menimpa seorang bocah di Sukabumi. Anak tersebut meninggal dunia dengan dugaan kuat menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya sendiri.
Desakan Tegas dari Legislator
"Saya sangat-sangat meminta pihak kepolisian untuk lebih serius dan segera menetapkan tersangka dalam kasus ini," tegas Sahroni dalam pernyataannya yang dikutip pada Senin, 23 Februari 2026. Anggota DPR dari Partai NasDem ini menyatakan bahwa kasus ini telah menyentuh hati nurani masyarakat Indonesia secara mendalam.
Sahroni bahkan mengungkapkan bahwa dirinya tidak kuasa menahan tangis saat menyaksikan video yang beredar di media sosial terkait korban. "Kasus ini jelas sangat melukai hati dan nurani seluruh rakyat Indonesia. Saya sampai menangis saat menonton videonya," ujarnya dengan penuh emosi.
Kasus yang Dianggap Tidak Rumit
Politisi senior tersebut menilai bahwa kasus penganiayaan terhadap bocah di Sukabumi ini sebenarnya bukan termasuk kategori kasus yang sulit untuk diungkap. Ia meyakini bahwa terdapat banyak saksi mata dan bukti-bukti kuat yang dapat mendukung proses penyelidikan.
"Saya rasa ini juga bukan sesuatu yang rumit atau kasus terencana yang susah dipecahkan. Kasus ini terjadi di tengah masyarakat, pasti banyak saksi dan bukti yang ada. Tinggal keseriusan polisi saja yang menentukan," papar Sahroni dengan nada optimis namun tetap kritis.
Kronologi Singkat Kejadian
Korban yang diketahui berinisial NS meninggal dunia pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit, korban sempat memberikan kesaksian yang mengagetkan. Ia mengaku dipaksa untuk meminum air panas oleh ibu tirinya, yang kemudian diduga menjadi pemicu utama kematiannya.
Hingga saat ini, kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan intensif oleh Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi. Meskipun demikian, belum ada satu pun pihak yang secara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat penegak hukum.
Dampak Sosial dan Hukum
Insiden ini telah menimbulkan gelombang keprihatinan dan kemarahan publik yang luas. Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan meliputi:
- Desakan dari kalangan legislatif untuk percepatan proses hukum.
- Pentingnya perlindungan anak dari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga.
- Peran media sosial dalam menyebarkan informasi sekaligus membentuk opini publik.
- Kebutuhan akan sistem peradilan yang responsif terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap anak.
Masyarakat kini menunggu tindakan tegas dari kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.