Ruben Onsu meluapkan kekecewaannya saat menghadiri acara balet putrinya pada Oktober 2025. Meski telah membayar seluruh biaya pementasan, ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Hal ini diungkapkan saat ia berkonsultasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin (22/6/2026) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat.
Kronologi Kejadian di Acara Balet
Menurut pengacara Ruben, Minola Sebayang, kliennya merasa diperlakukan tidak adil. "Bagaimana saya yang bayar biayanya, semua ada di situ saya yang bayar, tapi tempat duduknya saja dipisahkan. Saya duduk di sini, anak-anak duduk di sana dengan orang lain," ujar Minola menirukan keluhan Ruben.
Tidak hanya itu, Ruben juga mengaku tidak nyaman karena pergerakannya terus diikuti oleh seseorang bernama Giorgio saat ia sedang melepas rindu dan menemani anaknya makan. Perasaan diawasi ini membuat momen kebersamaan dengan sang buah hati menjadi terganggu.
Konsultasi ke KPAI Terkait Hak Asuh
Kunjungan Ruben ke KPAI juga dikaitkan dengan proses pengaduan yang tengah berlangsung. Meski demikian, Minola menegaskan bahwa konsultasi ini lebih fokus pada perlindungan anak dan hak asuh. "Kami datang untuk konsultasi, bukan gugatan. Yang jelas, ada beberapa hal yang perlu didiskusikan terkait hak asuh anak," tambah Minola.
Ruben Onsu diketahui masih dalam proses pengaduan ke KPAI, dan momen menyakitkan di acara balet putrinya menjadi salah satu bukti yang memperkuat aduannya. Publik pun menunggu langkah selanjutnya dari KPAI dan pihak terkait.



