Pria di Asahan Cabuli 4 Siswi SD, Tersangka Langsung Ditahan Polisi
Polisi telah menangkap seorang pria berinisial SS (53) yang diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap empat siswi sekolah dasar (SD) di wilayah Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Tersangka telah ditetapkan statusnya dan langsung ditahan oleh pihak kepolisian setempat.
Penangkapan dan Penahanan Tersangka
Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Immanuel P. Simamora, mengonfirmasi bahwa penangkapan dan penahanan tersangka SS telah dilakukan sejak hari Sabtu lalu. "Sudah kami tahan pelakunya sejak Sabtu kemarin, sudah tersangka," ujar Immanuel kepada para wartawan, seperti dilansir dari detikSumut pada Rabu (11/2/2026).
Immanuel menambahkan bahwa tersangka SS diduga telah sering melakukan perbuatan bejat tersebut. "Sudah sering dia melakukan perbuatan ini," tegasnya. Modus operandi yang digunakan tersangka adalah dengan memberikan imbalan kepada para korban, yang masih berstatus sebagai anak di bawah umur.
Identifikasi Korban dan Dampak Kejahatan
Hingga saat ini, polisi telah berhasil mengidentifikasi empat korban yang semuanya masih duduk di bangku sekolah dasar. "Empat orang korbannya masih di bawah umur," jelas Immanuel. Keempat siswi tersebut menjadi korban dari tindakan keji yang dilakukan oleh tersangka SS.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat, mengingat korban adalah anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal. Tindakan kriminal semacam ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga meninggalkan trauma psikologis yang dalam bagi para korban dan keluarga mereka.
Langkah Hukum dan Pencegahan
Polisi kini tengah mendalami kasus ini untuk mengungkap lebih jauh motif dan kronologi kejadian. Penetapan tersangka dan penahanan yang cepat diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam proses hukum yang adil. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan melaporkan setiap tindakan mencurigakan yang mengancam keselamatan anak-anak.
Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur seperti ini menyoroti pentingnya edukasi dan pengawasan dari orang tua serta lingkungan sekitar. Kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.