Polda NTT Periksa Tiga Anggota Keluarga Dokter Icha di Kupang
Polda NTT Periksa Tiga Keluarga Dokter Icha

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) melakukan pemeriksaan terhadap tiga anggota keluarga mendiang Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang dikenal sebagai Dokter Icha. Pemeriksaan berlangsung pada Jumat (10/7) di Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA dan PPO) Polda NTT di Kupang.

Tiga Keluarga Diperiksa

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, tiga orang yang diperiksa adalah kedua orang tua Dokter Icha, Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah, serta adiknya, Tiara Pakaenoni. Pemeriksaan dimulai pukul 10.00 WITA dengan didampingi kuasa hukum keluarga.

Direktur PPA dan PPO Polda NTT Kombes Nova Irone Surentu membenarkan pemeriksaan tersebut. "Iya benar ada keluarga dokter Icha yang diperiksa sesuai laporan polisi yang disampaikan keluarga," ujar Nova saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat siang.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Nova menjelaskan bahwa pemeriksaan masih berlangsung di Subdit 1 Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). "Sehingga belum bisa diketahui materi pemeriksaannya," katanya.

Latar Belakang Kasus

Dokter Icha ditemukan tewas bunuh diri di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6) sore. Ia diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapat intimidasi dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) pada 13 Juni 2026 saat menangani pasien gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi adalah Therezius Lazakar (Golkar), Robert Tubani (PKB), dan Veronika Lake (PDIP). Korban gigitan ular yang nyawanya berhasil diselamatkan disebut masih berkeluarga dengan Therezius Lazakar.

Jenazah Dokter Icha dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri ribuan pelayat. Keluarga melaporkan kasus dugaan intimidasi ke Polda NTT pada Jumat (3/7) dengan empat orang terlapor, yaitu tiga anggota DPRD TTU dan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan dari Dinas Peternakan TTU berinisial MMS.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga