Misteri Penemuan Bayi di Gerobak Nasi Uduk Pasar Minggu, Jaksel
Kasus penemuan bayi perempuan di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel) masih menyimpan teka-teki yang dalam. Polisi hingga kini terus berupaya mengungkap identitas orang tua dari bayi mungil tersebut, sementara surat yang menyertainya menambah kompleksitas investigasi. Surat itu ditulis oleh seorang bocah berusia 12 tahun yang mengaku sebagai kakak dari bayi tersebut, menimbulkan pertanyaan besar tentang kebenaran cerita di balik penelantaran ini.
Kronologi Penemuan Bayi dalam Tas Belanja
Bayi itu ditemukan pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB di gerobak nasi uduk yang terparkir di depan rumah warga di Jalan Pejaten Raya RT 010 RW 002, Pasar Minggu, Jaksel. Lokasi tersebut berada di sudut sebuah gang yang cukup sepi. Warga setempat, yang penasaran dengan suara tangisan tak henti, akhirnya menemukan bayi tersebut dalam kondisi hidup di dalam sebuah tas belanja berwarna hitam.
Bersama bayi, ditemukan pula beberapa barang perlengkapan, antara lain:
- Susu bubuk untuk bayi
- Tisu basah untuk kebersihan
- Sarung tangan bayi untuk kehangatan
- Sepucuk surat yang ditulis tangan di atas kertas putih
Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, menjelaskan bahwa saksi mata, Dinda, melihat tas belanja hitam di gerobak tersebut. "Dalam gerobak tersebut saksi Dinda melihat tas belanja warna hitam, kemudian saksi melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka bear warna biru dan diselimuti baby blanket," ujarnya pada Rabu (4/3/2026). Suasana jelang magrib pun menjadi ramai, dan bayi segera dibawa ke rumah warga untuk dibersihkan serta diganti popoknya sebelum dilaporkan ke Polsek Pasar Minggu.
Isi Surat Misterius dari 'Kakak' Bayi
Surat yang ditemukan bersama bayi tersebut menjadi perhatian utama dalam penyelidikan. Surat itu ditandatangani oleh seseorang bernama Zidan, berusia 12 tahun, yang mengaku sebagai kakak dari bayi tersebut. Dalam suratnya, Zidan memohon kepada siapa pun yang menemukan adiknya untuk merawatnya dengan baik, dengan alasan bahwa ibu mereka telah meninggal dunia saat melahirkan.
Berikut adalah kutipan lengkap isi surat tersebut:
Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya. Karena ibu saya meninggal saat melahirkan. Tolong anggap seperti anak sendiri karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi. Saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terima kasih. Zidan 12 tahun. Adik saya lahir 2 Maret 2026, namanya Ameera Ramadhani.
Namun, kebenaran isi surat ini masih dipertanyakan. Polisi belum dapat memastikan apakah bayi memang dititipkan oleh seorang anak berusia 12 tahun atau ada pihak lain yang terlibat. Investigasi terus berlanjut untuk mengonfirmasi fakta-fakta di balik surat tersebut, termasuk pencarian orang tua bayi yang sebenarnya.
Saksi Melihat Sosok Pria Dewasa Membawa Tas Hitam
Selain surat, misteri lain muncul dari kesaksian warga setempat. Seorang saksi bernama Atik (53) melaporkan bahwa ia sempat melihat sosok pria dewasa menenteng tas jinjing besar berwarna hitam lewat depan rumahnya. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, tidak lama sebelum bayi ditemukan.
Atik, yang saat itu sedang bermain handphone di rumahnya dengan pintu terbuka, mengaku menyadari kehadiran pria tersebut. "Cuma saya duduk di situ lagi main HP, terus ada orang lewat kayak bapak-bapak gitu, nenteng tas item. Cuma pikir saya kan di sini (tetangga) suka mesen-mesen paket gitu kan. Saya juga enggak nanya," kata Atik saat ditemui di rumahnya. Ia awalnya mengira pria itu adalah kurir pengiriman paket, tetapi tidak mendengar suara ketukan pintu atau panggilan kepada pemilik rumah.
Baru sekitar pukul 17.30 WIB, Atik menyadari adanya temuan bayi di gerobak nasi uduk tetangganya. "Ya pas sorenya. sekitar hampir jam setengah 5-an deh. Terus jam setengah 6 teriak nemu bayi di situ itu," ungkapnya. Kesaksian ini menambah dimensi baru dalam penyelidikan, karena polisi kini juga mendalami kemungkinan keterlibatan pria dewasa tersebut dalam kasus penelantaran bayi.
Tanggapan Warga dan Langkah Selanjutnya
Penemuan bayi ini telah menggemparkan warga Pasar Minggu. Banyak yang berempati dan bahkan ada yang menyatakan keinginan untuk mengadopsi bayi tersebut. Namun, polisi menegaskan bahwa prioritas utama adalah menemukan orang tua atau pihak yang bertanggung jawab atas penelantaran ini. Bayi saat ini telah diserahkan ke panti asuhan oleh Dinas Sosial untuk mendapatkan perawatan yang layak.
Polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi, termasuk Dinda dan ibunya yang pertama kali menemukan bayi. Mereka berharap dapat segera mengungkap kebenaran di balik surat dari 'kakak' bayi dan sosok pria pembawa tas hitam, untuk memastikan keadilan dan keselamatan bayi yang tak bersalah ini.



