Massa Ojol Geruduk Penginapan di Makassar Usai Rekan Wanita Diduga Dianiya Kustomer
Jakarta - Seorang driver ojek online (ojol) wanita berinisial R (30 tahun) di Makassar, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang kustomer pria berinisial D (29 tahun) saat sedang mengantar pesanan. Insiden ini memicu kemarahan massa driver ojol yang kemudian bergerak menggeruduk penginapan tempat pelaku bersembunyi.
Polisi Amankan Pelaku untuk Hindari Kerusuhan
Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Aeromeda, mengonfirmasi bahwa anggota Resmob Polsek Mamajang langsung bergerak menuju lokasi untuk mengamankan terlapor. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga situasi tetap kondusif di tengah tensi yang memanas. Pernyataan resmi ini disampaikan pada Rabu (22/4/2026) dan dilaporkan oleh media lokal.
Massa ojol mulai mengepung penginapan yang terletak di Jalan Badak, Makassar, sekitar pukul 12.40 Wita. Mereka mendesak aparat kepolisian agar segera menangkap terduga pelaku yang telah menganiaya rekan sesama driver ojol tersebut. Suasana menjadi semakin tegang ketika sejumlah driver diduga terbawa emosi dan melakukan aksi perlawanan terhadap polisi yang berjaga di lokasi.
Mobil Patroli Rusak Akibat Emosi Massa
Tri Husada mengungkapkan bahwa dalam proses pengamanan terlapor, terjadi insiden tidak terduga. Beberapa driver ojol diduga tidak dapat mengendalikan emosi mereka, yang berujung pada kerusakan mobil patroli milik kepolisian. "Iya, pada saat kita mengamankan terlapor, diduga teman-teman ojol ini terbawa emosi, jadi tidak sengaja merusak mobil patroli," jelas Kapolsek Mamajang tersebut.
Kekhawatiran juga muncul di kalangan driver ojol bahwa kasus penganiayaan ini tidak akan diproses secara hukum. Namun, Tri Husada menegaskan bahwa penyelidikan sudah dilakukan dan kasus ini sedang ditangani dengan serius oleh pihak berwajib. Polisi memastikan bahwa semua proses hukum akan berjalan sesuai prosedur yang berlaku tanpa ada diskriminasi terhadap pihak manapun.
Insiden ini menyoroti kembali dinamika ketegangan antara driver ojol dan kustomer, serta pentingnya penegakan hukum yang adil untuk mencegah eskalasi konflik di masyarakat. Aparat kepolisian terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau semua pihak untuk tetap tenang serta mempercayai proses hukum yang sedang berlangsung.



