Korban Penyiksaan di Bandung Alami Buta Permanen dan Bibir Hilang
Korban Penyiksaan di Bandung Buta Permanen dan Bibir Hilang

Yuvita Tri Rezeki (29) kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung setelah menjadi korban dugaan penyiksaan oleh seorang pria bernama Taufik Hidayat (30) yang saat ini masih buron. Korban mengalami luka parah di kepala, mata buta permanen, dan bibir hilang separuh.

Kronologi Penyiksaan dan Kondisi Korban

Syahrul Ulum (26), adik kandung korban, mengungkapkan bahwa kakaknya mengalami luka permanen. "Luka yang permanen, mata buta dan bibirnya tidak utuh. Rencananya mau operasi," kata Syahrul di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (22/6). Ia tidak dapat merinci bagaimana penyiksaan dilakukan, namun korban diduga tinggal bersama pelaku sejak 2023 dan tidak pernah pulang ke rumah.

Selama itu, keluarga kehilangan kontak. "Sebenarnya kabar mah enggak ada ya, kan pernah sama kakak juga dicari di media sosial, di Instagram, diviralin kasarnya mah orang hilang. Tiba-tiba si teteh ngabarin ke bapak, suruh berhenti mencari karena dia baik-baik saja," ujar Syahrul.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kondisi Terkini dan Permintaan Maaf Korban

Setelah sadar, Yuvita sudah bisa berkomunikasi namun belum banyak bicara. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga. "Ya omongan dari pertama teteh mah cuma minta maaf. Teteh juga minta maaf selama ini ya salah," kata Syahrul.

Pemburuan Pelaku oleh Polda Jabar

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan menyatakan polisi sedang memburu Taufik Hidayat. "Pelaku saat ini belum ditangkap. Kita baru membentuk tim gabungan," katanya. Penyidik belum mengambil keterangan korban karena belum bisa berkomunikasi dengan jelas.

Gubernur Jabar Tanggung Biaya Pengobatan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjenguk korban di RSHS Bandung dan mengaku tidak tega melihat kondisinya. "Jujur saja, lihatnya pun enggak berani, enggak tega," ucapnya. Ia memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemprov Jabar hingga selesai. "Seluruh biayanya saya tanggung sampai selesai. Jadi enggak usah lagi nyari ke BPJS, ke mana-mana. Keluarganya juga saya bekalin," kata Dedi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga