Viral di media sosial, seorang dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswi. Pihak kampus telah bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi untuk mengusut dugaan tersebut.
Kronologi Dugaan Pelecehan
Dugaan pelecehan ini mencuat dari sebuah akun Instagram yang mengunggah aduan mahasiswa. Dalam unggahan tersebut, terlihat tangkapan layar percakapan WhatsApp antara dosen yang diduga pelaku dengan para mahasiswi. Dalam chat itu, dosen meminta foto vulgar dan melontarkan pertanyaan tidak senonoh.
Tanggapan DEMA UIN Walisongo
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo, Yusuf Aditya Pratama, menyatakan pihaknya tengah berkoordinasi dan mengumpulkan data terkait kasus ini. Hingga kini, jumlah pasti korban belum diketahui, namun dipastikan lebih dari satu orang. "Dari beberapa informasi, bisa dipastikan lebih dari satu. (Lebih dari dua?) Iya, sepertinya lebih dari dua," ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Langkah Kampus
DEMA bersama sejumlah pihak di kampus akan membentuk tim investigasi khusus. Koordinasi dilakukan dengan Satgas PPKS, tim etik dekanat, hingga pusat studi gender. Humas UIN Walisongo Semarang, Astri, membenarkan dugaan kasus tersebut. "Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo sedang membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan kasus pelecehan seksual ini. Masih proses sekarang ini," jelasnya.
Komitmen Kampus
Kampus berkomitmen menangani kasus ini secara serius dan transparan. Tim investigasi akan bekerja untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari para pihak terkait. Langkah ini diambil untuk memastikan keadilan bagi korban dan menjaga nama baik institusi.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan menambah daftar panjang dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Diharapkan investigasi dapat berjalan lancar dan memberikan efek jera bagi pelaku.



