Dalih 'Teman Seperjuangan' di Balik Aksi Maling Uang Takziah di Kramat Jati
Polisi masih mengusut kasus pencurian uang takziah yang terjadi di Kramat Jati, Jakarta Timur. Pelaku, seorang wanita, diduga berpura-pura melayat dan menyebut dirinya sebagai 'teman perjuangan' almarhum untuk melancarkan aksinya. Peristiwa ini viral di media sosial setelah terjadi di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati.
Modus Berpura-pura Kenal Keluarga
Menurut Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, pelaku memanfaatkan situasi rumah duka yang ramai oleh pelayat. "Dia melancarkan aksinya dengan berpura-pura kenal dengan keluarga almarhum, lalu berbaur dengan pelayat lainnya," kata Fadoli, seperti dilansir Antara. Saat kondisi lengah, wanita tersebut mengambil uang takziah yang sudah dikantongi dan memasukkannya ke dalam tas miliknya sebelum kabur.
Polisi telah mendatangi tempat kejadian perkara untuk penyelidikan awal. Mereka meminta keterangan dari keluarga korban dan sejumlah saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. "Kami juga sudah cek ke TKP untuk meminta keterangan keluarga korban dan melihat CCTV yang ada," tambah Fadoli.
Diduga Sudah Tiga Kali Beraksi
Kasus ini bukan pertama kali terjadi. Polisi mengungkapkan bahwa wanita yang sama diduga telah beraksi sebanyak tiga kali di wilayah berbeda dengan modus serupa. "Iya betul sama seperti dua kejadian sebelumnya," jelas Fadoli. Dua aksi sebelumnya terjadi di Jalan Damai, Lubang Buaya, pada 22 Desember 2025, dan di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus, pada 4 Februari 2026.
Hingga kini, polisi masih memburu pelaku dan mendalami identitasnya. Mereka juga mengimbau masyarakat agar waspada, terutama saat berada di rumah duka, dengan memastikan pengelolaan uang takziah dilakukan oleh orang yang dipercaya dan diawasi secara bergantian.
Kronologi Kejadian di Rumah Duka
Aksi pencurian ini menimpa keluarga Nyai Hasanah (45) pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB di rumah duka di Jalan Dukuh IV. Hasanah mengatakan mertuanya meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB, dan pelaku tiba sekitar pukul 08.00 WIB saat suasana rumah masih lengang. "Pelaku datang sejak pagi hari, bertahan hingga menjelang pemakaman, dan hanya duduk sambil memperhatikan situasi," cerita Hasanah.
Kepada keluarga, wanita itu mengaku sebagai teman kakak ipar korban dan menyebut dirinya 'teman perjuangan' saat mengambil bantuan sosial seperti sembako dan KJP. Hasanah tidak menaruh curiga karena merasa pelaku mengenal keluarganya. Pelaku lalu mencuri uang takziah setelah beralasan menumpang ke toilet. Keluarga baru menyadari kehilangan sekitar pukul 12.30 WIB, dan warga sempat mengejar, tetapi pelaku sudah keburu kabur.
Video aksi ini viral di media sosial, dan dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku lari ke luar setelah melancarkan aksinya. Polisi terus menyelidiki untuk mengungkap lebih lanjut dan menangkap pelaku.



