Kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Bangkalan, RJS (50), menemukan titik terang setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, memperlihatkan seorang pria bermasker keluar dari mobil yang kemudian diketahui berisi jasad korban.
Kronologi Terungkapnya Sosok Misterius
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa mobil dinas Toyota Kijang Innova hitam berpelat merah tersebut tidak dikemudikan oleh korban saat memasuki area bandara untuk mengambil tiket parkir. Dari rekaman CCTV, terlihat ada sosok laki-laki di dalam mobil selain korban.
"Meski hasil autopsi resmi belum keluar, kami meyakini ada orang lain di dalam mobil selain korban. Dari rekaman CCTV saat kendaraan masuk ke area parkir dan mengambil tiket, terlihat ada sosok laki-laki di dalam mobil tersebut," ungkap Risang, Kamis (25/6/2026).
Pria Bermasker Kabur dengan Taksi Online
Setelah memarkirkan mobil dinas berisi jasad korban, pria misterius itu langsung bergegas pergi meninggalkan lokasi. Pria itu melakukan penyamaran yang cukup rapi guna menyembunyikan identitasnya.
"Setelah mobil parkir, terlihat seorang laki-laki keluar dari kendaraan. Yang bersangkutan memakai masker dan kacamata, kemudian meninggalkan area parkir menggunakan taksi online," ujarnya.
Dugaan Lokasi Kematian Berbeda
Tim kuasa hukum menduga korban tidak tewas di area bandara, melainkan di lokasi lain. Bandara Juanda disinyalir kuat hanya dijadikan tempat untuk menyamarkan jejak kematian korban.
"Dugaan sementara kami, korban meninggal di lokasi lain. Setelah itu, jenazah dibawa ke area bandara dan ditinggalkan di dalam mobil dengan posisi jok direbahkan," terang Risang.
Implikasi Hukum: Unsur Pidana Terpenuhi
Risang menekankan bahwa tindakan menaruh dan mengunci jasad di dalam mobil dinas tanpa melapor ke pihak berwajib sudah memenuhi delik pelanggaran hukum pidana secara konkret, terlepas dari apa pun penyebab kematian korban nantinya.
"Setidaknya ada unsur tidak melaporkan dan menyembunyikan peristiwa kematian. Itu sudah masuk ranah hukum. Namun motifnya masih belum diketahui, apakah berkaitan dengan tindak pidana lain atau tidak," urai Risang.
Sebelumnya, hasil visum menunjukkan adanya luka di bagian telinga korban. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kematian dan motif di balik pembuangan jasad di Bandara Juanda.



