Bukti Ngeri Andrie Yunus Disiram Air Keras: Helm Melepuh dan Baju Meleleh
Polisi masih terus mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang terjadi di wilayah Jakarta Pusat. Investigasi mengungkap bukti-bukti fisik yang mengerikan, termasuk baju korban yang robek dan meleleh akibat terkena cairan diduga air keras.
Kronologi Kejadian dan Bukti Fisik
Peristiwa penyiraman itu terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Polisi menyatakan ada empat terduga pelaku yang telah mengikuti pergerakan Andrie Yunus sebelum melakukan aksi di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Dalam rekaman CCTV yang beredar, korban disiram air keras saat mengendarai motor, menyebabkan kepanasan dan menjatuhkan kendaraannya di pinggir jalan sambil berteriak histeris.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti. Barang bukti utama termasuk baju korban yang robek meleleh dan helm yang diduga milik pelaku. Semua barang bukti telah diserahkan ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk analisis lebih lanjut.
Investigasi Forensik Mendalam
Reynold menjelaskan bahwa sampel baju dan helm milik korban telah dikirim ke Puslabfor Bareskrim Polri. Tujuannya adalah untuk menentukan senyawa kimia apa yang terkandung dalam cairan tersebut, yang menyebabkan luka bakar dan kerusakan pada pakaian. "Kami berusaha mengidentifikasi zat kimia yang digunakan agar dapat memahami tingkat bahayanya," tambahnya.
Selain itu, polisi juga menemukan helm yang diduga milik pelaku. Helm ini telah dikirim ke Puslabfor Polri untuk pencarian DNA dan sidik jari terduga pelaku. Proses ini diharapkan dapat mengungkap identitas pelaku dengan lebih akurat.
Kondisi Korban dan Komitmen Polisi
Andrie Yunus mengalami sejumlah luka akibat peristiwa ini dan masih menjalani perawatan di RSCM. Pihak rumah sakit melaporkan bahwa korban sudah berangsur membaik dan stabil, tidak dalam kondisi mengancam jiwa.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa kasus ini akan diusut tuntas. "Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri," ujarnya dalam konferensi pers. Dia juga menekankan prinsip kehati-hatian dalam penyampaian informasi kepada publik untuk menghindari spekulasi yang keliru.
Langkah-Langkah Selanjutnya
Polisi terus melakukan penyelidikan mendalam dengan fokus pada:
- Analisis forensik untuk mengidentifikasi senyawa kimia dan DNA.
- Pengejaran terhadap keempat terduga pelaku yang masih dalam pencarian.
- Koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses hukum berjalan adil.
Kasus ini menyoroti pentingnya keamanan bagi aktivis dan penegakan hukum yang tegas terhadap tindak kekerasan. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mendukung proses investigasi yang sedang berlangsung.
