Bentrokan Dua Kampung di Bogor Usai Adu Kuluwung Berakhir Damai Lewat Mediasi
Bentrokan Dua Kampung di Bogor Usai Adu Kuluwung Berdamai

Bentrokan Dua Kampung di Bogor Usai Adu Kuluwung Berakhir Damai Lewat Mediasi

Insiden bentrokan antarwarga dari dua kampung di wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhirnya dapat diselesaikan secara damai melalui proses mediasi. Peristiwa yang dipicu oleh saling ejek saat festival tradisional adu kuluwung atau meriam kayu ini sempat menimbulkan ketegangan di tiga lokasi berbeda sebelum akhirnya mereda.

Pemicu Awal: Saling Ejek di Festival Adu Kuluwung

Kapolsek Jonggol Kompol Hida Tjahjono menjelaskan bahwa bentrokan pertama terjadi pada Selasa malam tanggal 24 Maret 2026 di Kecamatan Cariu. Festival adu kuluwung yang seharusnya menjadi ajang hiburan tradisional justru berubah menjadi arena konflik ketika terjadi saling ledek antar kelompok warga dari kampung yang berbeda.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi, terjadi saling ejek yang kemudian bereskalasi menjadi perkelahian di lokasi acara ngadu kuluwung tersebut," jelas Hida kepada wartawan pada Kamis, 26 Maret 2026.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Eskalasi ke Tiga Lokasi Berbeda

Setelah insiden awal di Cariu, bentrokan kemudian menyebar ke dua lokasi lainnya. Pertama, terjadi di area Terminal Cariu yang berhasil dilerai oleh warga setempat. Namun ketegangan belum benar-benar berakhir.

Kejadian terakhir dan paling serius terjadi di Jalan Raya Jonggol-Cariu, tepatnya di Desa Sirnagalih, Kecamatan Jonggol. Sekelompok remaja dari Kampung Mengker yang merasa sakit hati karena beberapa rekannya terkena pukulan di bentrokan sebelumnya, menghadang rombongan remaja dari Kampung Jagaita yang sedang melintas.

"Akhirnya terjadi penyerangan dan timbul perkelahian di lokasi tersebut," beber Kapolsek Jonggol mengenai insiden yang terekam dalam video viral di media sosial tersebut.

Video Viral dan Kronologi Penyerangan

Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, terlihat jelas momen penyerangan yang melibatkan dua kelompok warga dari kampung berbeda. Kelompok pertama terlihat melintas dengan menaiki truk, sementara kelompok lainnya menyerang mereka yang berada di atas kendaraan tersebut.

Warga yang berada di truk sempat berusaha melawan dan mempertahankan diri, namun serangan menggunakan berbagai benda tetap terjadi. Adegan ini menunjukkan eskalasi konflik yang cukup serius sebelum akhirnya dapat dikendalikan.

Proses Mediasi dan Kesepakatan Damai

Petugas kepolisian yang segera tiba di lokasi berhasil membubarkan perkelahian tersebut. Pada Rabu, 25 Maret 2026, pihak kepolisian menggelar mediasi dengan mengumpulkan perwakilan desa dan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.

"Kedua pihak sepakat untuk menempuh jalan perdamaian, sehingga permasalahan dapat diselesaikan dan tidak ada permasalahan lain di kemudian hari," jelas Kompol Hida Tjahjono mengenai hasil mediasi yang positif.

Sebagai tindak lanjut, masing-masing desa berkomitmen untuk melakukan pembinaan terhadap warganya agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Korban dan Kondisi Mereka

Kapolsek Jonggol mengkonfirmasi bahwa bentrokan ini mengakibatkan tiga orang mengalami luka-luka. Korban mengalami luka akibat lemparan batu dan pukulan bambu selama perkelahian berlangsung.

"Sempat dibawa ke Puskesmas Jonggol, dan satu di antaranya dibawa ke RSUD Cileungsi. Namun seluruhnya bisa langsung pulang karena hanya mengalami luka ringan," jelas Hida mengenai kondisi korban yang tidak memerlukan perawatan intensif.

Refleksi atas Tradisi dan Konflik Sosial

Insiden ini mengingatkan pentingnya menjaga semangat persaudaraan dalam pelaksanaan tradisi lokal seperti adu kuluwung. Festival yang seharusnya mempererat hubungan sosial justru berpotensi menjadi pemicu konflik jika tidak dikelola dengan baik.

Keberhasilan mediasi dalam menyelesaikan konflik ini menunjukkan bahwa penyelesaian secara kekeluargaan dan dialog masih menjadi cara efektif dalam menangani perselisihan antarwarga di tingkat komunitas.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga