Balita 3 Tahun di Polewali Mandar Diserang Dua Anjing Liar Saat Bermain
Balita Diserang 2 Anjing Liar di Sulbar, Alami Luka di Kepala

Balita 3 Tahun di Sulbar Alami Luka Serius Usai Diserang Dua Anjing Liar

Sebuah insiden mengerikan terjadi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ketika seorang anak balita berusia tiga tahun menjadi korban serangan dua ekor anjing liar. Kejadian ini berlangsung pada Kamis sore, 19 Maret 2026, di area persawahan warga, di mana korban sedang asyik bermain bersama teman-temannya.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis

Korban yang tidak disebutkan namanya mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh, terutama di area kepala dan paha. Sudirman, Kepala Desa Bakka-Bakka, mengonfirmasi bahwa korban saat ini sedang menjalani perawatan medis di Puskesmas Wonomulyo untuk mendapatkan penanganan yang tepat atas lukanya.

"Saya lihat lukanya ada di kepala, ada juga di paha. Korban ada di puskesmas sekarang untuk jalani perawatan," tutur Sudirman, seperti dilansir dari sumber terpercaya. Ia menambahkan bahwa berdasarkan informasi dari saksi mata, serangan dilakukan oleh dua ekor anjing liar yang muncul tiba-tiba di lokasi kejadian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penyelamatan oleh Keluarga dan Kekhawatiran Rabies

Korban berhasil diselamatkan berkat respons cepat dari keluarganya yang segera membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, kekhawatiran utama saat ini adalah status kesehatan anjing-anjing tersebut, apakah mereka terinfeksi rabies atau tidak.

Sudirman mengaku belum dapat memastikan hal tersebut, mengatakan, "Tidak tahu apakah itu anjing gila atau anjing liar. Korban diselamatkan keluarganya." Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan lingkungan dan potensi ancaman rabies di daerah tersebut, yang memerlukan pemantauan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Lokasi Kejadian dan Implikasinya

Insiden ini terjadi di area persawahan, yang sering kali menjadi tempat bermain anak-anak di daerah pedesaan. Kejadian ini menyoroti pentingnya:

  • Pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak di ruang terbuka.
  • Pengendalian populasi anjing liar oleh pemerintah setempat.
  • Edukasi masyarakat tentang bahaya rabies dan cara pencegahannya.

Pihak desa dan kesehatan setempat diharapkan dapat melakukan investigasi lebih mendalam untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, serta memastikan keamanan warga, terutama anak-anak, dari ancaman hewan liar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga