Militer Meksiko Gerebek Markas Kartel Sinaloa, 11 Anggota Tewas dalam Baku Tembak
Militer Meksiko Gerebek Kartel Sinaloa, 11 Tewas

Militer Meksiko Gerebek Markas Kartel Sinaloa, 11 Anggota Tewas dalam Baku Tembak Sengit

Pasukan militer Meksiko telah melancarkan operasi besar-besaran yang menyasar markas kartel narkoba Sinaloa di wilayah barat laut negara tersebut. Dalam operasi yang berlangsung pada Kamis (19/3/2026) waktu setempat, sebanyak 11 orang anggota kartel dilaporkan tewas setelah terjadi baku tembak sengit dengan marinir Meksiko.

Operasi di Barat Laut Meksiko

Dilansir dari AFP, operasi ini digelar di daerah barat laut Meksiko, tepatnya di properti-properti yang terkait dengan faksi kartel Sinaloa yang bersekutu dengan gembong narkoba Ismael 'El Mayo' Zambada. Marinir Meksiko menggerebek sejumlah rumah yang diduga menjadi basis operasi kelompok tersebut.

Ketika pasukan pemerintah tiba di salah satu lokasi target, para anggota kartel langsung melepaskan tembakan ke arah mereka. Baku tembak pun tak terhindarkan, mengakibatkan 11 korban tewas dari pihak kartel. Tidak ada korban luka yang dilaporkan dari pihak militer atau warga sipil dalam insiden ini, menurut pernyataan resmi dari sekretariat keamanan Meksiko.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Konflik Internal Kartel dan Penangkapan

Operasi ini terjadi di tengah konflik internal yang melanda kartel Sinaloa. Para loyalis Zambada, yang saat ini dipenjara di Amerika Serikat sejak 2024, telah melancarkan perang melawan sekutu putra-putra Joaquin "El Chapo" Guzman, yang juga berada di penjara AS. Pertikaian ini memperuncing situasi keamanan di wilayah tersebut.

Selama penggerebekan, pasukan pemerintah berhasil menahan seorang wanita yang diduga sebagai putri dari pemimpin faksi yang dikenal dengan julukan "Mayiza". Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, pihak berwenang memastikan bahwa wanita tersebut tidak terlibat dalam aktivitas kriminal dan akhirnya membebaskannya.

Dampak dan Respons Pemerintah

Operasi militer ini memicu gelombang ketegangan di wilayah tersebut, dengan adanya blokade jalan raya dan pembakaran bisnis yang dilakukan oleh kelompok-kelompok terkait kartel. Pihak berwenang menyatakan bahwa mereka akan mempertahankan kehadiran operasional di area itu untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Meksiko sendiri telah meningkatkan upaya penangkapan pengedar narkoba dan penyitaan barang haram dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini diambil seiring dengan tekanan dari Presiden AS Donald Trump kepada pemerintah Meksiko untuk lebih tegas menindak kartel narkoba yang beroperasi di perbatasan kedua negara.

Operasi ini menandai komitmen Meksiko dalam memerangi kejahatan terorganisir, meski tantangan keamanan masih terus menghantui wilayah-wilayah yang dikuasai kartel.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga