Anak Yatim Piatu di Sukabumi Kecanduan Hirup Bensin Akibat Trauma
Anak Yatim Piatu Sukabumi Kecanduan Hirup Bensin

Seorang anak laki-laki berinisial H, usia 10 tahun, di Kelurahan Cikole, Kota Sukabumi, mengalami kecanduan parah akibat menghirup uap bensin. Kebiasaan ini diduga kuat sebagai bentuk pelarian dari trauma mendalam setelah ditinggal wafat oleh ayah dan ibunya.

Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi mengungkapkan bahwa kebiasaan tersebut tidak terjadi sejak kecil. Menurut penuturan kakak H yang kini merawatnya, H mulai sering menghirup uap bensin dalam setahun terakhir, tepatnya setelah sang ayah meninggal dunia. Ibu H telah lebih dulu meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.

Kronologi Kecanduan dan Dampak Psikologis

Sekretaris Dinas Sosial Kota Sukabumi, dr. Lulis Delawati, menyatakan bahwa kebiasaan menghirup bensin muncul tidak lama setelah kehilangan kedua orang tua. "Semenjak ayahnya meninggal tahun lalu, baru ada kebiasaan itu. Jadi kita belum tahu gimana cerita awalnya bisa adiksi terhadap uap bensin. Tetapi itu belum lama setelah meninggal kedua orang tuanya," ujar Lulis saat mengunjungi kediaman H, Kamis (9/7/2026) malam.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dinsos menduga kuat trauma psikologis akibat kehilangan figur orang tua mendorong H mencari pelarian ke zat adiktif. Sayangnya, uap bensin yang dihirup kini telah memengaruhi saraf dan kondisi psikologis H. Ia kerap menunjukkan perilaku agresif, baik secara mental maupun sosial, yang menyulitkan proses pemulihan.

Tantangan Pemulihan dan Rencana Rujukan ke RSJ

Kondisi trauma yang bercampur kecanduan ini membuat Pemerintah Kota Sukabumi menghadapi dilema besar. Selain masalah adiksi, H juga mengalami gangguan mental dan sosial berat. Tim dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD) Provinsi Jawa Barat di Cimahi telah datang melakukan verifikasi, namun H belum bisa diterima di panti tersebut.

"Ada masalah secara mental dan juga sosial yang cukup agresif. Sehingga apabila masuk di GHD bersatu dengan anak-anak yang lain, itu memang akan berisiko terhadap keselamatan anak-anak yang lain. Itu pertimbangannya," jelas Lulis.

Opsi yang kini dipertimbangkan adalah menyembuhkan ketergantungan zat adiktif terlebih dahulu dengan merujuk H ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua, Bandung, sebelum melangkah ke tahap rehabilitasi mental dan sosial. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kecanduan bensin sekaligus trauma psikologis yang mendasarinya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga