Polres Metro Jakarta Pusat mengamankan dua anak berinisial ALR (17) dan RM (13) yang diduga melakukan perundungan terhadap seorang bocah berusia 6 tahun hingga koma. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan RPTRA Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.
Proses Hukum Terhadap Pelaku
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, menyatakan bahwa perkara ini ditangani secara profesional dengan mengedepankan perlindungan terhadap anak sebagai korban. Berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, dan hasil pemeriksaan, kedua anak yang diduga terlibat telah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menambahkan bahwa pelaku berusia 17 tahun telah ditahan, sedangkan pelaku RM (13) dikembalikan kepada orang tua karena masih di bawah umur. Meski tidak ditahan, proses hukum terhadap anak tersebut tetap berjalan. "Satu ditahan, satu dikembalikan ke orang tuanya tapi tetap dalam laporan," kata Erlyn.
Kesaksian Ibu Korban
Vira Ismayanti (26), ibu korban, menceritakan kejadian memilukan yang dialami putranya, MWP. Saat kejadian, ia sedang bekerja menyetrika. Setelah mendapat kabar, ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan mendapati putranya sudah tergeletak. MWP segera dilarikan ke rumah sakit. Vira mengaku jengkel karena teman-teman MWP tidak memberikan pertolongan, bahkan beberapa orang dewasa di lokasi hanya menyaksikan.
Korban sempat dibawa ke rumah sakit terdekat, kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kepanikan Vira memuncak ketika MWP sempat berhenti bernapas. Dalam kondisi kritis, ia hanya berharap keajaiban. Dokter memberikan penanganan intensif sebelum MWP dipindahkan ke ruang ICU. Saat kondisinya mulai membaik dan sadar, MWP menceritakan apa yang dialaminya.
Kepada ibunya, MWP mengaku kerap menjadi sasaran kekerasan oleh teman-temannya. "Besok harinya dia bilang, 'Mama, aku kemarin habis digebuk sama teman-teman'," ujar Vira. Ketika ditanya penyebabnya, MWP mengaku sering dimintai uang. Jika tidak diberi, ia akan dijauhi dan tidak diajak bermain. "Katanya kalau main ke lapangan harus minta uang dulu. Kalau aku enggak dikasih uang, aku enggak ditemenin sama mereka," tutur Vira menirukan pengakuan anaknya.
Menurut Vira, praktik meminta uang ini tidak hanya dialami putranya, tetapi juga anak lain yang sering bermain di kawasan tersebut. Uang yang diminta digunakan para pelaku untuk membeli jajanan. "Katanya buat jajan-jajan," ujarnya.
Bukan Kejadian Pertama
Vira mengungkapkan bahwa perundungan terhadap putranya bukan kali pertama. Beberapa minggu sebelumnya, sandal milik MWP sempat disembunyikan di atas pohon oleh teman-temannya. "Saya sih baru dengar-dengar dua kali ya, yang sandal itu disembunyikan. Terus nggak lama katanya sih begini," ungkapnya.



