Febrie Andriansyah secara tegas membantah isu yang beredar mengenai rencana mundur dari jabatan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Isu tersebut muncul bersamaan dengan penggeledahan yang dilakukan Polri di sejumlah lokasi terkait tiga kasus korupsi besar. Febrie tidak secara langsung menyangkal, tetapi menggambarkan posisinya saat ini berdasarkan penugasan dari Jaksa Agung.
Febrie Tetap Jalankan Tugas dari Jaksa Agung
“Jadi hingga saat ini, saya masih pagi tadi menerima perintah-perintah untuk segera menyelesaikan pemberkasan penanganan perkara,” ungkap Febrie dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Ia menekankan bahwa salah satu tugas utama Jampidsus adalah menyelesaikan perkara yang menjadi perhatian publik, terutama yang harus segera naik ke persidangan.
“Perkara yang memang waktunya singkat dan terbatas karena masa penahanan. Mana perkara yang jadi perhatian masyarakat untuk bisa segera kita berkas dan sidangkan,” tegasnya. Febrie menyadari bahwa proses penegakan hukum yang berjalan di Kepolisian telah menyita perhatian publik, namun ia mengajak masyarakat untuk menyikapi informasi dengan bijaksana sesuai fakta.
DPR Ingatkan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Isu mundurnya Jampidsus juga didengar oleh Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman. Menurutnya, ada beberapa informasi yang belum bisa disampaikan ke media. “Mengamati dengan cermat perkembangan terakhir. Kami juga mencoba menjalin komunikasi, cuma memang ada beberapa hal yang belum bisa kami sampaikan, karena kami perlu konfirmasi lagi,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Politikus Partai Gerindra ini menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh memandang jabatan. “Dalam konteks penegakan hukum kan kita tidak melihat siapa orangnya. Siapapun dan apapun jabatannya, jika memang ada bukti-bukti yang kuat, maka harus dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.
Febrie Fokus pada Kasus Korupsi Prioritas
Febrie mengaku menerima perintah khusus untuk memprioritaskan penyelesaian kasus korupsi besar yang menyita perhatian publik. “Kami memahami bahwa setiap dinamika proses penegakan hukum dapat menimbulkan perhatian publik. Kami mengajak masyarakat agar menyikapi setiap informasi dengan bijaksana, sesuai fakta dan kebenaran agar memperoleh pemahaman benar,” pungkasnya.



