Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, akhirnya angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Bupati Etik ditangkap dalam kasus dugaan pemerasan terhadap bawahan.
Wabup Minta Doa dan Kesabaran
Eko Sapto Purnomo mengaku belum mengetahui secara detail perkara yang sedang ditangani KPK. Ia meminta dukungan doa agar proses hukum dapat berjalan lancar.
"Ya mohon doanya, kita semuanya terutama yang sedang dimintai keterangan diberikan kekuatan, kemudahan, dan petunjuk bimbingan sehingga bisa menghadapi semuanya ini dengan baik-baik," ujar Sapto saat ditemui di Taman Makam Pahlawan dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Sukoharjo ke-80, Jumat (10/7/2026).
Pelayanan Publik Dijamin Tetap Berjalan
Mengenai roda pemerintahan, Sapto menjamin bahwa pelayanan publik dan administrasi pemerintahan tidak akan terganggu. Ia mengimbau seluruh aparatur sipil negara (ASN) tetap tenang dan bekerja seperti biasa.
"Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasanya terlebih dahulu, tetap tenang. Sekali lagi kita menunggu apa yang menjadi nanti rilis resmi atau keterangan dari KPK," tegasnya.
Pertemuan Terakhir dengan Bupati
Sapto mengaku sempat bertemu dengan Etik dalam sebuah acara di markas militer sebelum kabar OTT merebak. Namun, tidak ada pembicaraan mencurigakan terkait masalah hukum.
"Kami ketemu terakhir kemarin di Batalyon Infanteri. (Pembicaraan soal OTT) Nggak ada. Cukup nggih, makasih ya," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Etik Suryani di Gedung Merah Putih, Jakarta.



