Video yang memperlihatkan tumpukan sampah berserakan di Puncak Rajawali Gunung Sumbing menjadi viral di media sosial. Rekaman yang diunggah akun Instagram @pendakilawas pada Rabu (22/7/2026) menunjukkan kondisi puncak yang dipenuhi sampah, terutama tisu basah. Dalam narasi unggahan tersebut, pemilik akun melontarkan kritik pedas kepada para pendaki yang membuang sampah sembarangan, bahkan menyarankan mereka mendaki ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang jika ingin bebas membuang sampah.
Dominasi Tisu Basah di Puncak Rajawali
Dari video yang beredar, terlihat jelas bahwa jenis sampah yang paling banyak ditemukan di Puncak Rajawali adalah tisu basah. Hal ini memicu pertanyaan mengenai efektivitas pemeriksaan barang bawaan pendaki sebelum mendaki. Akun @pendakilawas menuliskan, "Tisu basah nyatanya masih lolos dan pemeriksaan sampah yang ketat harusnya tetap diberlakukan!!" Kritik ini menyoroti lemahnya pengawasan terhadap barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah.
Tanggapan Pengelola Basecamp
Menanggapi viralnya video tersebut, Pengelola Basecamp Adipuro Kaliangkrik, Ridho Aroyan, menyatakan bahwa pihaknya segera mengagendakan kerja bakti untuk membersihkan sampah di puncak. "Tadi (informasi tersebut) sudah dibahas di forum. Ini lagi diagendakan (mau kerja bakti mau dibersihkan)," ujar Ridho saat dihubungi pada Kamis (23/7/2026).
Ridho menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pemeriksaan ketat terhadap pendaki yang melalui Basecamp Adipura, baik saat naik maupun turun. "Pengecekan baik saat mau naik maupun turun," tuturnya. Selain itu, pengelola secara berkala melakukan pembersihan sampah setiap satu hingga dua bulan sekali. "Pengelola tetap naik satu bulan, dua bulan sekali (melakukan pembersihan sampah)," imbuhnya.
Lonjakan Pendaki di Musim Pendakian
Saat ini, Gunung Sumbing sedang memasuki musim pendakian yang ramai. Ridho mengungkapkan bahwa rata-rata setiap minggu terdapat sekitar 50 orang pendaki yang melalui Basecamp Adipuro. "Ini musim bagus bagi pendaki," kata dia. Lonjakan jumlah pendaki ini turut berkontribusi terhadap meningkatnya volume sampah yang ditinggalkan, sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat.
Seruan untuk Pendaki Bertanggung Jawab
Viralnya sampah di Gunung Sumbing kembali mengingatkan pentingnya kesadaran pendaki untuk membawa turun sampah mereka masing-masing. Pengelola berharap para pendaki lebih disiplin dan tidak meninggalkan sampah di gunung. Pemeriksaan barang bawaan akan terus diperketat, namun tanpa partisipasi aktif dari pendaki, upaya tersebut tidak akan maksimal. Kejadian ini juga memicu diskusi di media sosial tentang perlunya sanksi tegas bagi pelanggar aturan kebersihan di kawasan pendakian.



