Tulang Raksasa di Museum Ternyata Bukan Milik Mammoth Berbulu
Tulang Raksasa Bukan Mammoth Berbulu

Selama lebih dari tujuh dekade, para ilmuwan meyakini bahwa sepasang tulang belakang raksasa yang disimpan di sebuah museum adalah milik hewan purba mammoth berbulu (woolly mammoth). Namun, penelitian terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa tulang tersebut ternyata bukan berasal dari spesies yang telah lama punah itu.

Penemuan Fosil di Alaska

Dilansir dari Science Alert, Rabu (27/5/2026), fosil tersebut pertama kali ditemukan oleh arkeolog Otto Geist dalam sebuah ekspedisi pada tahun 1951 di pedalaman Alaska, Amerika Serikat. Lokasi penemuan fosil berada di kawasan prasejarah bernama Beringia, wilayah yang dikenal kaya akan fosil megafauna dari akhir zaman Pleistosen.

Kesalahan Identifikasi Selama 70 Tahun

Selama bertahun-tahun, para ahli mengklasifikasikan tulang belakang raksasa itu sebagai bagian dari kerangka mammoth berbulu. Namun, dengan kemajuan teknologi dan metode analisis terbaru, para peneliti berhasil mengidentifikasi bahwa tulang tersebut sebenarnya milik spesies lain. Penemuan ini menjadi pengingat bahwa identifikasi fosil tidak selalu akurat tanpa bukti yang kuat.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Implikasi Penelitian

Penelitian ulang terhadap fosil-fosil yang tersimpan di museum dapat mengubah pemahaman kita tentang fauna prasejarah. Kesalahan identifikasi seperti ini menunjukkan pentingnya verifikasi berkala terhadap koleksi museum dengan menggunakan teknik terkini.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga