PNM Perkuat Pelestarian Hutan Melalui Program Green Impact
Memperingati Hari Hutan Sedunia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) telah menanam sekitar 75.000 pohon di berbagai daerah di Indonesia hingga November 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pelestarian lingkungan yang lebih luas, dengan target penambahan 85.000 pohon pada tahun 2026 untuk mendukung keberlanjutan ekosistem.
Kolaborasi dan Dampak Sosial-Ekologis
Program Green Impact, yang termasuk dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PNM, tidak hanya fokus pada penanaman pohon. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat, termasuk nasabah PNM, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menekankan bahwa upaya ini adalah tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara konsisten.
"Mari kita terus menjaga keberlanjutan lingkungan bersama. Dari langkah kecil yang dilakukan bersama, akan tumbuh dampak yang lebih besar bagi alam dan generasi mendatang," ujar Dodot, seperti dilansir Antara pada Selasa, 24 Maret 2026.
Tantangan Deforestasi Global
Menurut Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) dalam Global Forest Resources Assessment 2020, dunia kehilangan sekitar 10 juta hektare hutan setiap tahun selama periode 2015–2020. Fakta ini menunjukkan bahwa pelestarian hutan masih menjadi tantangan global yang memerlukan kolaborasi berbagai pihak, termasuk sektor dunia usaha seperti PNM.
Hutan memiliki peran vital dalam menjaga kualitas udara, menyerap emisi karbon, melindungi keanekaragaman hayati, dan menjadi sumber penghidupan bagi jutaan orang, termasuk masyarakat kelompok ultra mikro di Indonesia. Dengan program ini, PNM berharap dapat terus berperan dalam menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan dan memperkuat kolaborasi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.



