Kemenhut Kerahkan Manggala Agni untuk Pemadaman Karhutla Intensif di Riau dan Kepri
Pemadaman Karhutla Intensif di Riau dan Kepri oleh Manggala Agni

Upaya Intensif Pemadaman Karhutla di Riau dan Kepri Melibatkan Tim Manggala Agni

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan bahwa upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secara intensif di beberapa wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Tujuan utama adalah untuk mencegah meluasnya sebaran titik api yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan lebih parah.

Penggerakan Tim Manggala Agni dari Empat Daerah Operasi

Ferdian Krisnanto dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera menjelaskan bahwa Tim Manggala Agni telah dikerahkan dari empat Daerah Operasi (Daops) di wilayah tersebut. Daops tersebut meliputi Sumatera V/Dumai, Sumatera VI/Siak, Sumatera VII/Rengat, dan Sumatera VIII/Batam. "Saat ini, tim terus bergerak bersama stakeholder terkait untuk mencegah agar titik api tidak semakin meluas," ujarnya, seperti dikutip dari Antara pada Rabu (11/2/2026).

Operasi Pemadaman di Kabupaten Pelalawan dan Tantangan di Pulau Mendol

Di Kabupaten Pelalawan, kebakaran terjadi di Desa Teluk Beringin yang termasuk dalam Pulau Mendol. Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat bersama BPBD Pelalawan, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan pemadam kebakaran (damkar) masih berupaya memadamkan api yang telah melahap ratusan hektar lahan dan hampir menghanguskan satu pulau. Ferdian menyebutkan bahwa kebakaran ini diduga akibat penyiapan lahan, diperparah oleh angin kencang, dan menghancurkan kebun kelapa milik masyarakat. Pulau Mendol merupakan daerah penghasil kelapa penting di Pelalawan dan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga, sehingga upaya pemadaman diprioritaskan untuk meminimalkan dampak lingkungan dan sosial.

Sinergi Lintas Sektoral di Bengkalis dan Siak

Operasi pengendalian karhutla di wilayah pesisir Riau menunjukkan progres positif berkat kerja keras tim gabungan. Pada Minggu (8/2), Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak bersama MPA berhasil memadamkan api seluas 10 hektare di Desa Sepahat, Bengkalis. Di Desa Tanjung Leban, sinergi melibatkan TNI, Polri, regu pemadam dari PT Bukit Batu Hutani Alam (BBHA), dan relawan Masyarakat Peduli Bencana (MPB) untuk membuat sekat bakar dan memutus jalur api. Sementara itu, di Kelurahan Mempura, Kabupaten Siak, situasi berangsur kondusif setelah api utama dipadamkan melalui kolaborasi dengan polisi, BPBD Siak, dan warga. Tim kini memasuki fase mopping up atau pendinginan untuk mencegah kebakaran ulang.

Tantangan Medan Gambut dan Strategi Pencegahan di Rokan Hilir dan Batam

Tantangan berat dihadapi oleh Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai di Desa Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir, di mana api melalap vegetasi di area rawan yang pernah mengalami kebakaran hebat pada 2025. Kendala operasional termasuk lahan gambut dalam yang mudah terbakar, minimnya sumber air, dan akses lokasi yang sulit. Di Kepulauan Riau, titik api terdeteksi di Kelurahan Kibing, Kota Batam, merambah Hutan Lindung Tiban, sehingga Manggala Agni Daops Sumatera VIII/Batam bersama KPHL Unit II Batam dan kelompok tani bergerak cepat. Ferdian menekankan pentingnya mempertahankan tren penurunan kebakaran dengan strategi proaktif, seperti patroli rutin di area rawan untuk deteksi dini, terutama di kondisi cuaca kering dan berangin kencang.