Tingginya obsesi masyarakat kelas menengah China untuk menjaga penampilan agar tetap awet muda dan memiliki umur panjang kini memicu krisis lingkungan yang tidak terduga. Permintaan yang tak terbendung terhadap ejiao, obat tradisional China (TCM) dengan klaim antipenuaan, kini menempatkan populasi keledai di seluruh dunia dalam ancaman kepunahan massal secara global.
Produksi Ejiao dan Dampaknya pada Populasi Keledai
Ejiao diproduksi secara konvensional dengan mengekstrak gelatin yang terkandung di dalam kulit keledai. Namun, laju reproduksi alami keledai yang sangat lambat tidak mampu mengimbangi skala industri modern. Pasokan lokal di China telah habis tak bersisa, sehingga produsen beralih ke impor keledai dari berbagai negara.
Ancaman Kepunahan Global
Populasi keledai global kini berada di ambang kepunahan akibat permintaan yang terus meningkat. Negara-negara seperti Brasil, Pakistan, dan beberapa negara Afrika menjadi pemasok utama, namun eksploitasi berlebihan mengancam keberlangsungan spesies ini.
Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa tanpa regulasi yang ketat, keledai bisa punah dalam beberapa dekade mendatang. Mereka mendesak pemerintah China dan negara-negara terkait untuk mengambil tindakan segera, termasuk mengembangkan alternatif sintetis untuk ejiao.



