Menhut Raja Juli Antoni Siap Dukung Pemotongan Gaji Menteri Atas Keputusan Presiden
Menhut Siap Dukung Potong Gaji Menteri Ikuti Keputusan Presiden

Menhut Raja Juli Antoni Siap Dukung Pemotongan Gaji Menteri Atas Keputusan Presiden

Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan kesiapannya untuk menerima pemotongan gaji menteri jika hal itu menjadi keputusan resmi dari Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap wacana efisiensi anggaran pemerintah dalam menghadapi dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Dalam keterangannya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Sabtu (14/3/2026), Raja Juli menegaskan bahwa sebagai pembantu presiden, dirinya akan taat dan mengikuti segala keputusan yang diambil oleh pimpinan tertinggi negara. "Ya kalau itu menjadi keputusan dan kebaikan untuk bangsa, saya kira semua harus menerima termasuk saya," ujarnya dengan tegas.

Kajian Efisiensi Terinspirasi dari Pakistan

Raja Juli menjelaskan bahwa dalam Sidang Kabinet Paripurna sebelumnya, Presiden Prabowo telah menginstruksikan para menteri koordinator untuk mengkaji sejumlah langkah efisiensi, termasuk pemotongan gaji dan penerapan sistem kerja jarak jauh. Presiden mencontohkan Pakistan yang telah menerapkan work from home (WFH) atau work from anywhere (WFA), serta pemotongan gaji bagi anggota kabinet dan parlemen.

"Saya kira nanti para Menko yang terkait akan mengkaji, melakukan studi, hasilnya nanti akan diberikan kepada Pak Presiden. Saya sebagai pembantu Presiden, sebagai menteri akan ikut dan taat kepada keputusan Pak Presiden," tambah Raja Juli, menekankan komitmennya terhadap proses pemerintahan.

Pengalaman Pandemi sebagai Dasar Efektivitas WFH

Lebih lanjut, Menhut meyakini bahwa kebijakan kerja dari rumah tetap dapat berjalan efektif jika didukung oleh indikator kinerja yang jelas. Dia mengingatkan pengalaman selama pandemi COVID-19, di mana sistem WFH berhasil diterapkan dengan adanya Key Performance Indicator (KPI) yang terukur.

"Ya kita punya pengalaman kan ketika COVID lalu, work from home atau work from anywhere itu asal para menteri, para dirjen, para direktur membuat KPI ya, indikator yang achievement ya yang harus didapatkan. Masih ingat apa per harinya apa, per minggunya apa, per bulannya apa, saya kira itu juga bisa efektif," paparnya.

Raja Juli juga menyebutkan bahwa Kementerian Kehutanan telah terbiasa dengan rapat daring melalui Zoom bersama unit pelaksana teknis (UPT) di berbagai daerah, menunjukkan bahwa budaya kerja online sudah menjadi bagian dari operasional kementerian.

Presiden Prabowo Soroti Langkah Kritis Pakistan

Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026), Presiden Prabowo Subianto menyoroti langkah-langkah adaptif yang diambil Pakistan, termasuk pemotongan gaji menteri dan anggota DPR, serta pengurangan hari kerja menjadi empat hari per minggu. Langkah ini dinilai sebagai upaya proaktif untuk mengantisipasi ketidakpastian akibat konflik di Asia Barat.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa hanya berdiam diri tanpa tindakan nyata dalam situasi yang dinamis ini. Penyesuaian anggaran dari pemotongan gaji diharapkan dapat dialokasikan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, mencerminkan semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan global.

Dengan demikian, wacana pemotongan gaji menteri masih dalam tahap kajian, namun mendapat dukungan penuh dari pejabat seperti Raja Juli Antoni, yang siap menjalankan keputusan akhir dari Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan bangsa dan negara.