Ruas jalan nasional Trenggalek-Ponorogo di kilometer 16 ditutup sementara menyusul guguran material batu dari lereng perbukitan. Akses lalu lintas kini dialihkan melalui jalur alternatif demi keselamatan pengguna jalan.
Penutupan Jalan Dilakukan Dini Hari
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengonfirmasi bahwa penutupan akses utama dilakukan sekitar pukul 04.30 WIB. "Betul, tadi pagi KM 16 di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek kami tutup sementara karena ada material batu yang jatuh. Ini kami lakukan demi keamanan bersama," ujar Triadi, Jumat (22/5/2026).
Ancaman Longsor dan Kabut Tebal
Selain ancaman longsor, kabut tebal juga mengganggu pandangan pengguna jalan. Langkah penutupan akses dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan. "Kami ingin yang melintasi jalur ini selamat semua, jangan sampai kejadian mobil tertimpa batu kembali terjadi," tegasnya.
Pengalihan Lalu Lintas
Untuk sementara, kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi dialihkan melalui jalur alternatif bawah. Namun, jalur tersebut tidak direkomendasikan untuk truk bermuatan dan kendaraan besar. "Saat ini kami lakukan pengaturan agar lalu lintas dari Ponorogo menuju Trenggalek dan sebaliknya lancar. Gantian karena jalurnya sempit," imbuh Triadi.
Petugas terus memantau kondisi di lapangan dan akan membuka kembali akses utama jika situasi dinilai aman. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.



