Gubernur Jateng Pastikan Bantuan Perawatan Korban Kecelakaan KA Semarang
Gubernur Jateng Bantu Perawatan Korban Kecelakaan KA

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa dan memastikan bantuan perawatan bagi korban kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Semarang Tengah, yang terjadi pada Senin (20/7/2026). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang melintas dan ditabrak kereta barang dari arah barat ke timur.

Korban Kecelakaan dan Penanganan Medis

Akibat kecelakaan, seorang warga Kaliasin, Semarang Utara berinisial HRA (9) meninggal dunia. Dua korban lainnya, ZIA (12) dan Rujito (45), mengalami luka di bagian kepala dan menjalani perawatan di RSUP Dr Kariadi Semarang. Luthfi menegaskan bahwa Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan perawatan optimal bagi kedua korban. "Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan," ujar Luthfi.

Kronologi dan Imbauan Keselamatan

Menurut keterangan kepolisian, petugas penjaga perlintasan telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara. Namun, pengendara sepeda motor tetap melintasi rel, sehingga bagian belakang kendaraan tertabrak kereta. Tabrakan menyebabkan ketiga korban dan motor terpental hingga ke pembatas jalan. Saat dievakuasi, para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Luthfi mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan tidak menerobos perlintasan meskipun palang pintu belum turun. "Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti," katanya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pelajaran dari Kecelakaan

Luthfi menyebut peristiwa yang terjadi saat anak-anak hendak berangkat sekolah di awal tahun ajaran baru sangat memilukan. Ia meminta masyarakat mendoakan korban meninggal dan kesembuhan bagi korban luka. "Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan," ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan dan jarak kereta api sulit diperkirakan pengendara, sehingga kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi kunci mencegah kecelakaan serupa. "Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali," pungkas Luthfi.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga