Jakarta - Korban tewas akibat ledakan bom yang diduga berasal dari peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor, Papua Tengah, bertambah menjadi enam orang. Kepolisian mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI) ke Biak untuk mengidentifikasi jenazah dan potongan tubuh korban ledakan tersebut.
Tim DVI Tiba di Biak
Dilansir Antara, Rabu (3/6/2026), tim dari DVI dan laboratorium forensik Polda Papua tiba pada Selasa (2/6) dan langsung menuju RSUD Biak untuk melakukan identifikasi terhadap temuan tim SAR gabungan berupa potongan tubuh manusia.
"Tim SAR gabungan yang terdiri dari anggota Polair Polres Biak dan SAR, Senin petang (1/6) menemukan 13 potongan yang diduga merupakan jasad korban ledakan bom bekas peninggalan PD II," kata Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, Selasa.
Proses Olah TKP
Sementara itu, tim labfor akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab ledakan. Olah TKP sendiri belum dapat dilakukan karena tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Papua masih melakukan pengecekan dan sterilisasi.
"Setelah TKP dinyatakan bersih dari bahan peledak, baru olah TKP dilakukan," kata Ari.
Dampak Ledakan
Ledakan bom peninggalan PD II di Biak menyebabkan sembilan rumah rusak, dan tiga orang dinyatakan hilang. Selain itu, tercatat enam orang meninggal dalam insiden tersebut dan telah dimakamkan Senin sore (1/6) di Biak. Tim SAR juga menemukan 13 potongan tubuh di TKP ledakan bom tersebut.
"Tim gabungan yang melibatkan Basarnas berhasil menemukan 13 serpihan atau potongan bagian tubuh," ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan dilansir detikSulsel, Selasa (2/6/2026).



