Banjir Bandang Musi Rawas Utara: 16.156 Rumah Terendam, Satu Balita Meninggal
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, mengakibatkan sedikitnya 16.156 rumah warga terendam. Peristiwa ini dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis, 7 Mei 2026 dini hari. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, Mathir, menyampaikan bahwa hingga Sabtu (9/5/2026) siang, data sementara mencatat sebanyak 16.156 kepala keluarga atau sekitar 64.624 jiwa terdampak langsung akibat luapan air. Banjir tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan sejumlah fasilitas umum di beberapa wilayah terdampak.
Kerusakan Infrastruktur dan Fasilitas Umum
Empat jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Sukamenang, dan Desa Noman dilaporkan putus total. Sementara itu, satu jembatan gantung di Desa Batu Gajah mengalami kerusakan sedang. Dampak banjir juga dirasakan di sektor pendidikan dan layanan kesehatan. Sebanyak 17 sekolah mulai dari tingkat TK hingga SMA terendam banjir. Selain itu, lima unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan dua Polindes turut terdampak. Di sektor sarana ibadah, satu mushalla dilaporkan hanyut terbawa arus, sedangkan lima masjid lainnya terendam air.
Upaya Penanganan dan Evakuasi
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol-PP, serta personel TNI dan Polri telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan evakuasi korban. Pemerintah daerah juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak banjir. Petugas terus memantau situasi di lapangan dan melakukan pendataan awal terhadap kerugian material yang dialami masyarakat.
Korban Jiwa dan Kerusakan Rumah
Bencana banjir bandang ini juga mengakibatkan satu balita meninggal dunia. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Musi Rawas Utara melaporkan korban meninggal dunia merupakan seorang anak perempuan berusia tiga tahun bernama Shanum Aqila Fitri. Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan empat rumah warga hanyut terbawa arus, satu rumah mengalami rusak sedang, dan enam rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.
Kondisi Terkini dan Imbauan
Berdasarkan pantauan terakhir, kondisi banjir di Kecamatan Karang Jaya dilaporkan sudah surut sepenuhnya. Sementara di Kecamatan Rupit, permukaan air mulai menunjukkan tren penurunan. Namun demikian, BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan di Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir karena hingga kini permukiman warga di dua wilayah tersebut masih terendam banjir. Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila curah hujan kembali meningkat.



