Menhut Koordinasi Pengelola TN-TWA untuk Implementasi Arahan Presiden Prabowo
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menggelar rapat koordinasi secara daring bersama pengelola 57 Taman Nasional (TN) dan 145 Taman Wisata Alam (TWA) guna memastikan kesiapan menghadapi libur Idul Fitri. Dalam rapat tersebut, ia menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penerapan prinsip zero waste dan zero accident di seluruh kawasan konservasi.
Arahan Presiden untuk Kelestarian Lingkungan dan Keselamatan Pengunjung
Raja Juli menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan khusus mengenai kesiapan TN-TWA selama liburan, mengingat tingginya minat masyarakat untuk berkunjung. "Presiden Prabowo memohon agar pengelolaan TN-TWA memperhatikan zero waste, memiliki tong sampah dan aparat yang cukup. Lalu mengedepankan zero accident, jangan sampai adanya korban karena minimnya fasilitas pengamanan," ujarnya melalui konferensi video pada Rabu (18/3/2026).
Untuk mewujudkan prinsip zero waste, ia menekankan pentingnya penyediaan tempat sampah yang memadai serta dukungan petugas kebersihan yang cukup. Hal ini bertujuan menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah penumpukan sampah di kawasan wisata.
Prioritas Zero Accident dengan Fasilitas Keselamatan Lengkap
Selain itu, prinsip zero accident menjadi prioritas utama dengan memastikan kesiapan fasilitas keselamatan. Raja Juli meminta pengelola untuk menyiapkan tim medis, ambulans, puskesmas, serta rambu-rambu yang jelas di setiap lokasi wisata. "Siapkan tim medis, ambulans, maupun puskesmas yang memadai agar pengunjung merasa aman dan terlindungi," tambahnya.
Pengendalian Jumlah Pengunjung Berdasarkan Daya Dukung Kawasan
Raja Juli juga mengingatkan pentingnya pengendalian jumlah pengunjung sesuai dengan daya dukung dan daya tampung kawasan. Hal ini untuk mencegah kepadatan berlebih yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan maupun kerusakan lingkungan. "Pastikan pengunjung yang mengunjungi TN dan TWA tidak melebihi kuota yang telah ditetapkan, agar tidak melebihi daya dukung yang membuat antrian membludak," tuturnya.
Ia meminta pengelola memastikan sistem kuota berjalan optimal agar pengalaman wisata tetap aman dan nyaman bagi semua pihak. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan libur Idul Fitri di kawasan konservasi dapat berjalan lancar tanpa gangguan yang berarti.
