Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengumumkan bahwa sebanyak 13 taman nasional di Indonesia akan dijadikan proyek percontohan atau pilot project untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia. Pengembangan ini akan menggunakan skema pembiayaan inovatif yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem perlindungan hutan.
Prinsip Ecology Before Tourism
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkan adalah ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Kehadiran Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional bukan untuk mengkomersialkan taman nasional kepada pihak swasta, melainkan memprioritaskan kelestarian ekologi. "Hampir mustahil kita bisa menjaga Taman Nasional kita tanpa bantuan masyarakat. Jadi sekali lagi, idenya adalah bagaimana taman nasional kita ini dikelola secara profesional," ujar Raja kepada wartawan pada Sabtu (2/5/2026).
Ia menambahkan, "Pendekatan yang kita dorong adalah menjaga dan melestarikan alam, sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat."
Peran Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan
Hashim Djojohadikusumo, sebagai Ketua Satgas, menyatakan bahwa kehadirannya bertujuan mendukung kabinet Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan tugas, termasuk pengelolaan taman nasional. Ia menekankan bahwa pengembangan taman nasional bukan hanya tugas pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. "Kehadiran saya sebagai ketua satgas bukan dari pemerintah, sesungguhnya mencerminkan tekad Bapak Presiden untuk benar-benar revitalisasi dan sekaligus menjaga melestarikan Taman Nasional yang merupakan kebanggaan bangsa Indonesia. Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia," ujar Hashim.
Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional pada 16 April 2026. Satgas ini diketuai oleh Hashim Djojohadikusumo, dengan Wakil Ketua bidang Regulasi Raja Juli Antoni dan Wakil Ketua bidang Investasi Mari Elka Pangestu.
Daftar 13 Taman Nasional Prioritas
Berikut adalah daftar 13 taman nasional yang menjadi prioritas berdasarkan kategorinya:
- Mountain Ecosystem: Bromo Tengger Semeru, Rinjani, dan Lorentz
- Marine Ecosystem: Wakatobi dan Komodo
- Iconic Species and High Carbon Value: Tanjung Puting, Ujung Kulon, Way Kambas
- Lowland/Upland Ecosystem: Sebangau dan Gunung Leuser
- Karst Ecosystem: Manusela
- Community Participation and Access: Mutis Timau dan Memberamo Foja
Dengan adanya pilot project ini, diharapkan taman-taman nasional tersebut dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan, serta menjadi contoh bagi kawasan konservasi lainnya di Indonesia.



