Kisah Warga Selamat dari Kebakaran Maut di Tanah Abang
Warga Selamat dari Kebakaran Maut Tanah Abang

Kebakaran maut melanda permukiman padat penduduk di Jalan Citarum, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Jumat dini hari. Api dengan cepat melalap rumah-rumah warga, menyisakan puing dan kepanikan. Warga yang selamat menceritakan detik-detik mencekam saat api membesar dan suara ledakan terdengar.

Kesaksian Rusminah: Panik dan Tak Sempat Menyelamatkan Barang

Rusminah (65), seorang warga yang rumahnya hanya berjarak dua rumah dari titik api, mengaku sedang menyiapkan bahan dagangan ketika tetangga berteriak memberi tahu adanya kebakaran. Ia panik dan langsung berlari keluar rumah bersama putrinya tanpa sempat membawa apa pun.

“Kebakaran, kok kamu bilang ke aku udah gede, kata saya. Pas lagi kecil dong, biar aku bisa nyelamatin apa-apa, kata saya. Yaudah saya nggak bisa nyelamatin apa-apa, lari sama anak saya nggak pake apa-apa. Udah cuma ini, sebadan doang sama nggak pake sendal,” ujar Rusminah dengan mata berkaca-kaca.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sesaat setelah keluar, ia mendengar suara ledakan keras yang membuatnya semakin panik. “Api gede. Terus abis gede-gede, ledak tuh gas kali ya. Kan dor gitu, itu kan gede kan. Terus berarti itu gas,” jelasnya.

Rusminah melihat warga lain berhamburan keluar rumah dalam kepanikan. Saat itu masih pagi buta, sebelum azan Subuh berkumandang. “Keluar, pada panik keluar, pada lari masing-masing. Ketakutan lah. Terus ada bapak-bapak keluar tuh yang di dalam, mau keluar,” tambahnya.

Wahid Gagal Salat Subuh, Dagangan Hangus

Wahid (50), warga lainnya, mengaku sedang menyiapkan bahan dagangan gado-gado ketika api membesar. Ia bahkan tak sempat mengangkat bahan dagangannya dan hanya bisa menyelamatkan barang-barang yang dianggap penting.

“Saya mau salat subuh. Terus nggak jadi, pas saya mau berangkat, api udah nyala. Ya nggak jadi bantuin, tapi udah nggak keburu selametin,” ucap Wahid sambil menunjuk ke arah rumahnya yang hangus.

“Lagi masak, noh masih kelihatan noh pancinya, nasi telurnya itu, masih nasi juga. Iya pancinya... masih telurnya itu,” sambungnya.

Wahid hanya sempat membawa motor dan beberapa potong pakaian. Bahan dagangannya hangus terbakar. “Ya paling ya itu aja, motor, terus baju sedikit-sedikit ada juga. Gitu aja yang saya nggak bisa selametin, noh panci yang masih ada nasinya lagi masak. Lah itu penggorengan aja sampe somplak tuh kena api. Wajan itu ya. Itu kentang noh, kerupuk, mateng,” katanya.

Kebakaran di Dekat Stasiun Tanah Abang

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.48 WIB. Sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran dan 88 personel dikerahkan ke lokasi. Akibat kebakaran, 10 keluarga atau sekitar 40 jiwa terdampak, dan 6 rumah dilaporkan hangus.

Kebakaran ini menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Para korban luka telah dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga