Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Papua telah mengirimkan 10 sampel DNA milik keluarga korban ledakan bom di Biak ke Puslabfor Polri. Langkah ini diambil untuk membantu proses identifikasi potongan tubuh korban yang ditemukan di lokasi kejadian. Sampel DNA dari 10 keluarga korban tersebut telah diambil dan dikirim ke Puslabfor Mabes Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dalam proses pencarian identitas korban.
Pemeriksaan DNA untuk Identifikasi Korban
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menjelaskan bahwa pemeriksaan postmortem menggunakan sampel darah dilakukan karena hingga kini belum ditemukan jasad ketiga korban yang dilaporkan hilang sejak insiden meledaknya bom peninggalan Perang Dunia II di Biak pada tanggal 31 Mei lalu. Tim penjinak bom dari Gegana Brimob Polda Papua telah selesai melakukan sterilisasi di lokasi kejadian dan memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa. Meskipun demikian, masyarakat diminta untuk tidak memasuki area kejadian karena proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Daftar Tiga Korban Hilang
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif, Polres Biak Numfor, Brimob, serta unsur terkait lainnya masih melanjutkan pencarian terhadap tiga warga yang hingga kini belum ditemukan. Ketiga warga yang dilaporkan hilang pascaledakan bom tersebut adalah:
- Yulianus Raubaba (26 tahun)
- Lae Madura (45 tahun)
- Abis Marandof (27 tahun)
Proses pencarian terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan jika menemukan informasi terkait korban. Pemeriksaan DNA diharapkan dapat mempercepat identifikasi dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.



