KOMPAS.com - Sunil Pooniya, seorang pemuda berusia 26 tahun dari keluarga petani tak bertanah di India, awalnya menganggap pekerjaan di kapal sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Namun, pelayaran pertamanya justru berubah menjadi pengalaman traumatis yang tak terlupakan. Kapal tanker tempatnya bekerja, MV Skylight berbendera Palau, dihantam proyektil di tengah konflik atau perang Iran yang berkepanjangan.
Serangan yang Mengubah Hidup
Serangan tersebut memaksa Pooniya untuk melompat ke laut dengan jaket pelampung saat kapal MV Skylight terbakar. Ia menceritakan pengalaman mengerikan itu kepada AFP setelah kembali ke India. "Ada suara yang sangat keras dan seluruh kapal berguncang," kata Pooniya.
Dampak Konflik Iran
Konflik yang berkepanjangan di Iran tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga mengancam keselamatan para pelaut yang bekerja di perairan tersebut. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko yang dihadapi oleh para pekerja kapal di zona konflik.
Pooniya, yang berasal dari keluarga petani tanpa lahan, berharap pekerjaan di kapal dapat memberikan kehidupan yang lebih baik. Namun, pengalaman traumatis ini justru meninggalkan luka mendalam baginya.



