Kebakaran melanda Hotel Pullman yang terletak di Jalan Letjen S. Parman, Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada Sabtu (1/8/2026). Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian aparat kepolisian yang bergerak melakukan penyelidikan. Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, menyatakan bahwa penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) akan diterjunkan ke lokasi untuk menggali fakta ilmiah di balik api yang sempat membakar sebagian bangunan.
"Untuk sementara penyebab (kebakaran) belum diketahui secara pasti. Dari forensik nanti akan turun ke lokasi," kata Reza pada Sabtu.
Sebelum tim forensik dikerahkan, Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Metro Jakarta Barat telah melaksanakan pemeriksaan awal di tempat kejadian. Reza menjelaskan bahwa Inafis bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan data awal, termasuk sidik jari dan jejak di lokasi. Data tersebut nantinya akan melengkapi hasil investigasi Labfor.
"Kalau dari Inafis Polres sudah ke lokasi. Kemudian nanti dari forensik akan turun juga. Informasi selanjutnya akan disampaikan lagi," imbuhnya.
Kronologi Kebakaran di Pagi Hari
Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi pada pagi hari sebelum aktivitas hotel dan pusat perbelanjaan berjalan padat. Sempat terjadi kepanikan di sekitar lokasi, namun situasi berhasil dikendalikan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab awal api, apakah berasal dari korsleting listrik, kelalaian manusia, atau faktor lain.
Kapolsek Reza belum memberikan detail lebih jauh mengenai dugaan pemicu kebakaran. Ia hanya menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan dan membutuhkan dukungan peralatan serta analisis dari Labfor. Dengan kemampuan laboratorium tersebut, diharapkan titik api, arah rambatan, dan pemicu utama dapat teridentifikasi secara akurat.
Kebakaran di gedung bertingkat seperti hotel memang memerlukan pemeriksaan khusus. Tim Labfor biasanya akan memeriksa instalasi listrik, mencari bekas konsleting, serta menganalisis sisa material yang terbakar. Hasil tersebut menjadi bahan penting bagi penyidik untuk menentukan apakah ada unsur pidana.
Dampak terhadap Operasional Hotel dan Mal
Meski kebakaran sempat membuat kawasan tersebut tegang, aktivitas di Hotel Pullman dan Mal Central Park kembali normal pada hari yang sama. Manajemen hotel tampaknya berusaha meminimalkan gangguan terhadap para tamu dan pengunjung dengan tetap membuka akses ke lobi.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas kendaraan keluar-masuk kawasan hotel kembali lancar. Tamu hotel dan pengunjung mal terlihat beraktivitas seperti biasa. Namun, bekas kebakaran masih terlihat jelas di sisi kiri bangunan hotel, tidak jauh dari pintu masuk lobi. Sejumlah kaca bagian luar gedung di area terdampak ditutup kain hitam untuk menjaga privasi dan mencegah pecahan kaca jatuh.
Beberapa panel kaca tampak pecah dan menunjukkan retakan. Sebagian plafon kanopi pintu masuk dibongkar oleh pekerja untuk proses perbaikan. Pekerja juga tampak memperbaiki bagian bangunan yang terbakar. Kabel instalasi listrik masih terlihat menjuntai, sehingga area tersebut dipasangi garis pembatas agar tidak dilalui tamu maupun kendaraan.
Operasional hotel dan pusat perbelanjaan tetap berjalan seperti biasa. Para pengunjung tetap dapat masuk ke Mal Central Park, sementara tamu hotel dapat menggunakan pintu masuk utama. Hal ini menunjukkan kesiapan manajemen dalam menangani situasi darurat dan menjaga kenyamanan publik.
Peran Penting Labfor dalam Pengungkapan Penyebab
Labfor memiliki peran penting dalam setiap penyidikan kebakaran. Tim ini akan melakukan olah tempat kejadian perkara secara forensik, mengumpulkan sampel material, dan melakukan uji laboratorium. Hasilnya berupa kesimpulan ilmiah tentang penyebab kebakaran yang akan menjadi dasar bagi penyidik.
Di kawasan perkotaan seperti Jakarta Barat, kebakaran bangunan sering kali dipicu oleh masalah kelistrikan. Namun, tanpa pemeriksaan forensik, dugaan tersebut tidak dapat dipastikan. Oleh karena itu, keterlibatan Labfor menjadi langkah krusial dalam proses hukum.
Reza Aditya menegaskan bahwa informasi perkembangan penyelidikan akan disampaikan kepada publik secara bertahap. "Informasi selanjutnya akan disampaikan lagi," ujarnya. Sementara itu, polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi di media sosial yang dapat menimbulkan keresahan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai korban jiwa atau luka-luka akibat kebakaran. Kerugian material juga belum dapat dihitung secara pasti. Manajemen Hotel Pullman diharapkan segera memberikan keterangan resmi mengenai kerusakan dan rencana renovasi.
Evaluasi Keselamatan dan Pencegahan
Peristiwa kebakaran di hotel dan pusat perbelanjaan selalu menjadi perhatian serius, terutama terkait standar keselamatan. Hotel Pullman dan Mal Central Park merupakan kawasan dengan tingkat kunjungan tinggi. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem proteksi kebakaran, termasuk alarm, sprinkler, dan jalur evakuasi.
Dengan penyelidikan yang dilakukan, diharapkan ada perbaikan sistem keselamatan ke depan. Pihak berwenang dapat memberikan rekomendasi terkait kepatuhan terhadap izin bangunan dan standar keselamatan. Publik pun menunggu hasil investigasi agar proses perbaikan tidak berlarut-larut dan kepercayaan terhadap hotel tetap terjaga.
Polisi masih menunggu hasil Labfor untuk menetapkan langkah selanjutnya. Sampai saat itu, aktivitas di lokasi tetap berlangsung normal dengan pengawasan ketat aparat. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja.



