Serangan Bom di Kolombia Tewaskan 19 Orang, Gembong Narkoba Diduga Dalang
Serangan Bom Kolombia Tewaskan 19 Orang

Serangan bom di jalan raya di barat daya Kolombia telah menewaskan setidaknya 19 orang. Pihak berwenang menuding seorang gembong narkoba, yang dulunya merupakan anggota kelompok gerilya FARC, sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Korban dan Dampak Ledakan

Setidaknya 38 orang, termasuk lima anak-anak, terluka dalam serangan yang terjadi pada hari Sabtu, 25 April 2026. Insiden ini berlangsung sebulan sebelum pemilihan presiden di negara itu dimulai. Ledakan tersebut terjadi di Jalan Raya Pan-American, tepatnya di munisipalitas Cajibio, Provinsi Cauca. Menurut laporan media setempat, sebuah tabung berisi bahan peledak jatuh menimpa sebuah minibus dan meledak.

Gubernur Octavio Guzman menggambarkan insiden tersebut sebagai sebuah tragedi dan memperingatkan adanya eskalasi teroris. Dokumentasi visual yang dibagikan oleh Guzman melalui platform X menunjukkan kerusakan parah pada sejumlah kendaraan. Beberapa mobil tampak terbalik akibat kekuatan ledakan. Gambar lain menunjukkan sebuah kawah besar yang menganga di badan jalan raya setelah serangan tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dalang Serangan

Presiden Gustavo Petro menuding Ivan Mordisco sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mordisco adalah salah satu penjahat yang paling dicari di Kolombia. Gustavo Petro yang juga pemimpin sayap kiri Kolombia itu membandingkan Mordisco dengan gembong narkoba legendaris, Pablo Escobar. Petro menyebut mereka yang bertanggung jawab sebagai teroris, fasis, dan pengedar narkoba.

Mordisco merupakan seorang pemberontak dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) yang masih aktif di wilayah tersebut meski telah dibubarkan. Ia menolak perjanjian damai yang ditandatangani FARC dengan negara pada tahun 2016.

Lonjakan Serangan Menjelang Pemilu

Serangan pada hari Sabtu merupakan yang terbaru dari serangkaian ledakan yang menargetkan infrastruktur publik. Menurut Komandan Angkatan Bersenjata Kolombia, Hugo Lopez, setidaknya 26 insiden terjadi selama dua hari terakhir di Departemen Valle del Cauca dan Cauca. Lopez menyebut semua insiden itu berdampak pada warga sipil.

Berbagai insiden tersebut memicu penugasan sejumlah pejabat tinggi ke wilayah tersebut, termasuk Menteri Pertahanan Pedro Sanchez. Sanchez sedang memimpin delegasi di Cali untuk memantau situasi di Valle del Cauca setelah adanya laporan dua serangan pada hari Jumat, 24 April, tepat saat ledakan hari Sabtu terjadi.

Rentetan serangan ini terjadi menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan pada 31 Mei mendatang. Masalah keamanan menjadi salah satu isu sentral dalam kampanye pemilu kali ini. Calon presiden Paloma Valencia, yang berasal dari partai oposisi sayap kanan Pusat Demokratik dan berasal dari Cauca, menyerukan agar penindakan tegas segera dilakukan untuk menghentikan kekerasan tersebut.

Pemerintahan Presiden Gustavo Petro tidak boleh terus meremehkan kekerasan atau melemahkan negara, tegasnya. Kami menuntut tindakan segera, dukungan penuh bagi Angkatan Bersenjata dan kepolisian, serta hasil yang konkret.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga