Diduga Epilepsi Kambuh, Pria di Tangerang Tenggelam Saat Mancing di Danau
Seorang pria berinisial DS (35) mengalami insiden tragis dengan tenggelam saat sedang memancing di sebuah danau di wilayah Legok, Kabupaten Tangerang. Kejadian ini diduga dipicu oleh kambuhnya penyakit epilepsi yang diderita korban, menyebabkan dia tercebur ke dalam air dan tidak dapat diselamatkan.
Kronologi Kejadian di Danau Desa Ciangir
Berdasarkan laporan dari akun Instagram Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang, peristiwa ini terjadi pada hari Minggu, 19 April 2026, sekitar siang hari. Saat itu, korban bersama dengan rekannya yang berinisial W sedang melakukan aktivitas memancing di danau yang terletak di Desa Ciangir, Kecamatan Legok.
Dalam keterangan resmi, BPBD Tangerang menyatakan, "Diduga DS kambuh epilepsinya lalu tercebur dan tenggelam." Pernyataan ini dikeluarkan pada Senin, 20 April 2026, untuk memberikan klarifikasi mengenai penyebab insiden tersebut.
Upaya Penyelamatan yang Dilakukan
Teman korban yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berusaha mencari bantuan, namun tidak dapat berbuat banyak untuk menyelamatkan DS. Dia segera melaporkan insiden ini kepada warga setempat, serta menghubungi Babinsa dan BPBD Kabupaten Tangerang untuk meminta bantuan darurat.
Tim penyelamat dari Pos Damkar Legok kemudian tiba di lokasi dan segera melakukan operasi pencarian. Mereka mengerahkan perahu karet dan fiber untuk menyisir area danau secara menyeluruh dalam upaya menemukan korban.
Setelah proses pencarian yang intensif, korban berhasil ditemukan dan diangkat dari air pada pukul 15.28 WIB. Meskipun demikian, nyawa DS tidak dapat diselamatkan dalam insiden ini.
Implikasi dan Kesadaran Kesehatan
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan kondisi kesehatan, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit seperti epilepsi. Aktivitas di dekat air, seperti memancing, dapat menjadi berisiko tinggi jika tidak dilakukan dengan pengawasan yang memadai.
BPBD Tangerang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan keselamatan diri saat beraktivitas di area berbahaya, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang untuk mendapatkan respons cepat.



