LPM RI dan BPDP Gelar Dialog Strategis untuk Perkuat UMKM Berbasis Sawit di Desa
Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia (DPP LPM RI), dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), telah menyelenggarakan Dialog Penguatan UMKM Berbasis Sawit di Jakarta Pusat. Acara ini bertujuan mendorong pembangunan ekonomi di tingkat desa melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah yang berfokus pada komoditas kelapa sawit.
Tema Dialog dan Fokus pada Hilirisasi Industri
Dialog ini mengangkat tema 'Penguatan Strategi Percepatan Hilirisasi Industri sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Pemberdayaan dan Pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berbasis Kelapa Sawit'. Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP LPM RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyoroti dinamika global yang berpotensi memicu krisis ekonomi. Ia menekankan pentingnya antisipasi melalui penguatan ekonomi berbasis masyarakat, khususnya di desa-desa.
"LPM memiliki peran strategis untuk membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan masyarakat. Kami telah mulai memetakan berbagai tantangan dari level desa, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis komunitas," ujar Ahmad Doli dalam keterangannya pada Senin, 20 April 2026. Ia menambahkan bahwa penguatan ekonomi desa, termasuk melalui pengembangan koperasi, merupakan langkah penting yang perlu didukung melalui sinergi multipihak. Kolaborasi dengan BPDP dinilai membuka peluang besar untuk mengintegrasikan program-program pemberdayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Komitmen BPDP dalam Mendukung Petani dan UMKM
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BPDP, Helmi Muhansah, menegaskan komitmen BPDP dalam mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan petani sawit melalui berbagai program strategis. "BPDP terus mendorong penguatan sektor hulu hingga hilir, termasuk melalui program peremajaan perkebunan kelapa sawit, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap UMKM dan koperasi. Hal ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem Pemberdayaan UMKM & Koperasi Petani Komoditas Perkebunan," jelas Helmi.
Dia juga menyampaikan bahwa BPDP membuka berbagai peluang bagi generasi muda, termasuk program beasiswa di bidang kelapa sawit serta pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing pelaku usaha berbasis perkebunan. "BPDP kini membuka beasiswa bagi kalangan anak muda yang ingin belajar mengenai sawit. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai pelatihan untuk mendukung peningkatan kompetensi," tuturnya.
Partisipasi Narasumber dan Diskusi Publik
Dalam sesi diskusi publik, turut hadir sejumlah narasumber, antara lain Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rahman, serta pelaku UMKM, Ir. Rara Sarini. Bagus Rahman dalam paparannya menekankan pentingnya transformasi UMKM melalui inovasi, riset, dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan UMKM yang adaptif dan berdaya saing tinggi.
Sementara itu, Rara Sarini mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM berbasis potensi lokal, termasuk komoditas perkebunan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi salah satu sarana dalam meningkatkan Pemberdayaan UMKM dan Koperasi Petani Komoditas Perkebunan secara berkelanjutan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.



