Pabrik Terpal di Bogor Terbakar Diduga Akibat Sambaran Petir, Api Berkobar Berjam-jam
Pabrik Terpal Bogor Terbakar Diduga Akibat Sambaran Petir

Kebakaran Hebat Landa Pabrik Terpal di Gunungputri, Bogor

Sebuah insiden kebakaran besar terjadi di pabrik pembuatan terpal yang berlokasi di Jalan Jampang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Api berkobar dengan hebatnya, menciptakan suasana mencekam yang terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) segera bergerak cepat untuk menangani situasi darurat ini. Namun, upaya pemadaman menghadapi tantangan serius karena material di dalam pabrik, seperti kertas semen dan bahan kimia, sangat mudah terbakar. Hal ini menyebabkan api terus menyala berjam-jam, bahkan setelah upaya intensif dilakukan.

Upaya Pemadaman yang Melibatkan Puluhan Personel

Komandan Sektor Pemadam Kebakaran Gunungputri, Hendra, mengonfirmasi bahwa objek yang terbakar adalah pabrik terpal di sekitar Setu Wanaherang. "Anggota sudah di lokasi, masih dalam proses penanganan," ujarnya pada Minggu (29/3).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Untuk mengatasi kobaran api yang cukup besar, sebanyak 50 personel dan 10 unit mobil damkar dikerahkan ke lokasi. Empat unit mobil dari Sektor Gunungputri ditambah bantuan dari kantor damkar sekitar dikerahkan guna memperkuat operasi pemadaman. Kendala utama yang dihadapi adalah belum tersedianya unit busa (foam), yang sangat dibutuhkan untuk memadamkan api yang melibatkan bahan kimia.

Kepala Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa meski api sudah bisa dikendalikan dan diisolasi, titik api masih ada karena bahan kimia yang terbakar belum habis sepenuhnya. "Masih ada api, tapi sudah bisa dikendalikan dan diisolasi," kata Yudi ketika dihubungi pada pukul 20.15 WIB.

Dugaan Penyebab Kebakaran: Sambaran Petir

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (29/3) sekitar pukul 15.30 WIB diduga kuat dipicu oleh sambaran petir saat hujan deras mengguyur wilayah Gunungputri. Komandan Tim SAR Batalyon D Resimen 3 Cikeas, Bripda Abdurrasyid, menyatakan bahwa api pertama kali muncul dari area gudang penyimpanan hasil produksi.

"Api diduga berasal dari korsleting listrik saat hujan deras, dipicu sambaran petir di gudang penyimpanan hasil produksi," jelas Abdurrasyid. Dugaan ini diperkuat oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut pada hari kejadian.

Dampak dan Tantangan dalam Penanganan

Asap pekat yang dihasilkan dari kebakaran memaksa petugas damkar untuk menggunakan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) guna menyediakan udara bersih secara mandiri di lokasi. Selain itu, dua unit rescue, beberapa ambulans dari relawan, serta personel TNI-Polri dan relawan pemadam juga dikerahkan untuk mendukung operasi.

Video yang beredar menunjukkan sejumlah orang berlarian di dalam bangunan pabrik, berusaha mengamankan barang-barang sebelum api semakin meluas. Banyaknya bahan yang mudah terbakar dan bertumpuk di lokasi menjadi faktor utama yang membuat api terus membesar dan sulit dipadamkan dalam waktu singkat.

Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapan peralatan pemadaman yang memadai, terutama untuk menangani kebakaran yang melibatkan bahan kimia. Hingga berita ini diturunkan, pendinginan masih dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa, meski kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga