Viral Mobil Travel Overload Bawa 12 Penumpang dan 4 Motor, Ditertibkan Polantas Luwu
Sebuah insiden lalu lintas yang membahayakan menjadi viral di media sosial setelah sebuah mobil travel rute Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menuju Kota Makassar, tertangkap basah membawa muatan berlebihan. Kendaraan tersebut tidak hanya mengangkut 12 penumpang, tetapi juga membawa empat unit sepeda motor yang diletakkan di bagian atapnya. Aksi nekat sopir ini akhirnya ditertibkan oleh petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) Luwu saat melintas di wilayah Kabupaten Luwu.
Penertiban Dilakukan Tiga Hari Sebelum Lebaran
Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Sarifuddin, mengungkapkan bahwa mobil travel overload itu disetop saat melintas di Kecamatan Belopa, Luwu, pada Rabu (18/3/2026). Kejadian ini terjadi minus tiga hari sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, di tengah arus mudik yang mulai ramai. "Kejadian minus 3 hari sebelum lebaran, ini mobil pas melintas saya hentikan karena memang semua mobil penumpang kami hentikan untuk tes kesehatan gratis, ternyata di atas ada 13 orang sama sopir," jelas Sarifuddin kepada media.
Dia menyatakan kekagetan yang mendalam melihat kondisi mobil tersebut. Menurut pengakuannya, sopir mobil telah melakukan modifikasi dengan menambahkan empat kursi tambahan di bagian belakang untuk menampung penumpang ekstra. Total penumpang termasuk sopir mencapai 13 orang, jauh melebihi kapasitas normal kendaraan travel.
Negosiasi Tarif dan Alasan Perjalanan
Sarifuddin lebih lanjut membeberkan bahwa penumpang berasal dari Morowali yang sedang bekerja dan kesulitan menemukan transportasi lain. "Mobil dari Morowali, penumpangnya dia dari Morowali kerja, terus katanya sudah tidak ada mobil di sana. Terus saling negosiasi dengan sopir, katanya dia tambahkan kursi di belakang dengan biaya turun dari Rp 600 ribu menjadi Rp 400 ribu," ujarnya. Hal ini menunjukkan adanya praktik tawar-menawar yang berujung pada kompromi keselamatan.
Selain muatan manusia yang berlebihan, mobil tersebut juga membawa satu unit motor di atapnya, yang semakin memperparah risiko kecelakaan. Sarifuddin menegaskan bahwa ulah sopir tersebut jelas-jelas sangat membahayakan nyawa penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Tindakan Polisi dan Solusi untuk Penumpang
Setelah berhasil menghentikan kendaraan, petugas segera membongkar kursi tambahan yang dipasang secara ilegal. "Setelah kami hentikan, terus kursinya kami bongkar dan ini penumpang yang 4 saya tanyakan bilang saya carikan kendaraan, kami tanya kalau tidak ada nanti kami bantu. Daripada bahaya begitu, apalagi jaraknya ke Makassar masih lumayan jauh," papar Sarifuddin. Polisi berkomitmen untuk membantu penumpang yang terdampak mencari alternatif transportasi yang lebih aman.
Insiden ini menyoroti pentingnya keselamatan dalam perjalanan mudik Lebaran, di mana banyak orang tergoda menggunakan moda transportasi apa pun meski dalam kondisi tidak layak. Viralnya kasus ini di media sosial diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya overload dan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.



