Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan pihaknya akan memberikan pendampingan kepada korban kecelakaan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Pendampingan ini mencakup pemulihan fisik, psikologis, hingga izin kerja bagi para korban.
Pendampingan Fisik dan Psikologis
“Tentunya yang pertama pendampingan yang kami lakukan bukan hanya dalam hal medis, tetapi pemulihannya, baik secara fisik maupun psikologis,” kata Arifah kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026). Arifah menambahkan bahwa banyak korban mengalami trauma akibat kejadian tersebut. “Karena kami lihat ada yang mengalami trauma dan ini perlu pendampingan lebih khusus,” jelasnya.
Bantuan Izin Kerja
Selain pemulihan, Menteri PPPA juga akan membantu mengurus izin kerja bagi korban yang merupakan pekerja. Arifah melihat banyak pekerja yang menjadi korban dan membutuhkan waktu pemulihan. “Kemudian yang kedua adalah bagi mereka yang sebagai pekerja, kami berupaya agar perusahaan di mana mereka bekerja bisa memberikan keringanan sampai mereka pulih baru bisa masuk lagi ke tempat kerja,” jelasnya. Dia berharap upaya ini dapat membantu korban pulih tanpa kehilangan pekerjaan. Arifah mengaku telah bertemu dengan salah satu perusahaan dan meminta langsung agar memberikan izin pemulihan. “Tadi ada salah satu perusahaan juga yang sudah hadir, kita bertemu langsung dan kami menyampaikan tolong si korban ini sampai benar-benar pulih, kemudian hak-hak sebagai pekerjanya dipenuhi, dan begitu sehat bisa kembali kerja seperti semula,” ucapnya.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4) malam. Total korban meninggal dunia akibat kecelakaan itu berjumlah 14 orang, sementara 84 orang lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa bermula saat KRL yang ditabrak sedang berhenti karena ada KRL lain yang tertemper taksi di perlintasan di Stasiun Bekasi Timur. Tabrakan keras mengakibatkan gerbong khusus wanita yang berada di belakang robek dan ditembus oleh KA Argo Bromo Anggrek.



