Aipda Frits Gagas SIGAP, Jemput Bola Rekam Sidik Jari Pelajar di Sitaro
Aipda Frits Gagas SIGAP Rekam Sidik Jari Pelajar di Sitaro

Aipda Frits Bidara, Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, menggagas program Sidik Jari Gratis Presisi (SIGAP) Goes To School. Program ini merupakan inisiatif jemput bola untuk melayani perekaman sidik jari masyarakat, khususnya para pelajar, di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara. Atas dedikasinya, Aipda Frits diusulkan dalam program Hoegeng Awards 2026.

Aipda Frits telah mengabdikan diri di daerah kepulauan selama 20 tahun. Ia bertugas di Kepulauan Talaud dari 2005 hingga 2019, kemudian melanjutkan pengabdiannya di Kepulauan Sitaro sejak 2020. Salah satu yang merasakan manfaat program ini adalah Ketua OSIS SMAN 1 Siau Barat, Juniver Kalingka.

Manfaat SIGAP Goes To School bagi Pelajar

Juniver Kalingka mengungkapkan bahwa jarak antarwilayah di Sitaro cukup jauh, namun program yang dilakukan oleh Aipda Frits sangat menguntungkan bagi para siswa. Biasanya, pelajar harus datang ke kantor polisi untuk melakukan perekaman sidik jari. Dengan adanya program jemput bola ini, para siswa tidak perlu menempuh jarak yang jauh. "Iya jadi sangat terbantu apa pokoknya dengan adanya kegiatan yang dilakukan oleh Bapak Frits Bidara," tutur Juniver saat dihubungi pada Senin (16/3/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Awal Mula Program SIGAP Goes To School

Aipda Frits menceritakan bahwa program yang telah digelar sejak 2024 ini dilatarbelakangi oleh kurangnya database sidik jari di Kepulauan Sitaro. "Jadi kita mengadakan salah satu programnya itu untuk menambah database-nya itu lewat program Sidik Jari Goes To School. Jadi kita ke daerah-daerah terpencil, Bang. Karena banyak daerah-daerah terpencil di daerah kita itu kan daerah kepulauan. Jadi sulit dijangkau. Jadi kita berinisiatif, kami langsung turun ke lokasi sekolah-sekolah, kita menjaring ke sekolah-sekolah untuk pengambilan sidik jari," kata Aipda Frits.

Perekaman sidik jari memiliki berbagai manfaat bagi pelajar, salah satunya digunakan saat mendaftar TNI dan Polri setelah lulus SMA. Selain itu, data sidik jari juga berguna dalam proses investigasi perkara dan pengusutan pelaku kejahatan, serta identifikasi mayat. "Jadi ketika kita memiliki database di dalam sistem kita, kita akan dengan mudah mengungkap," imbuh dia.

Aipda Frits menambahkan bahwa ide program ini muncul saat ia ditugaskan sebagai Kaur Identifikasi. Ia melihat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan sidik jari karena jarak yang jauh dan antrean panjang. "Banyak juga masyarakat mengeluh, 'Pak, bisa nggak kira-kira ada program supaya kita bisa di kecamatan atau di kampung bisa datang?' Bisa datang supaya kami bisa dilayani, tidak mengantre-antre panjang begitu, Pak," kata Aipda Frits menirukan keluhan warga.

Atas kondisi tersebut, ia mengusulkan program SIGAP Goes To School kepada Kapolres Kepulauan Sitaro, yang kemudian mendapat dukungan penuh. "Jadi supaya masyarakat... untuk pentingnya itu karena saya melihat pertama memangkas waktu masyarakat, apalagi anak sekolah," ujar dia.

Pelaksanaan dan Dampak Program

Selain menghemat waktu, program ini juga mengurangi biaya perjalanan masyarakat menuju tempat perekaman sidik jari. Jarak dari sejumlah wilayah menuju Polres biasanya memakan waktu berjam-jam, bahkan dari pulau terjauh bisa mencapai enam jam. Dalam pelaksanaannya, Aipda Frits berkoordinasi intensif dengan pihak sekolah untuk menentukan waktu yang tepat. "Kita koordinasi dengan mereka mengenai waktunya dan kita juga sampaikan visi dan misi kita juga dalam melakukan program ini. Kita sampaikan ke mereka. Jadi, ketika kita mau turun lapangan ke pengambilan sidik jari memang pihak sekolah juga sangat mendukung," kata Frits.

Sejak 2024, sudah ada tujuh sekolah yang berhasil dijangkau dengan jumlah siswa mencapai 1.200 orang. "Kalau untuk sekolah udah banyak. Di wilayah kabupaten kita hampir semua sudah terjangkau," kata Aipda Frits. Ia bersyukur program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama di daerah kepulauan terpencil. "Jadi respons dari masyarakat sangat antusias. Karena apalagi masyarakat yang di daerah-daerah kepulauan terpencil, yang di daerah-daerah terpencil mereka sangat apresiasi untuk program Polri khususnya ini," imbuhnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga