Jakarta - Riza (19) mengenang sosok Nur Alimantun Citra Lestari, korban meninggal akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Riza, teman kampus Citra, terakhir kali berpisah di Stasiun Jatinegara sebelum kecelakaan terjadi.
Pertemuan Terakhir di Stasiun Jatinegara
"Memang pada saat itu keretanya almarhumah berbeda dengan jalur saya. Jadi biasanya kita peron satu dan dua, ini pisah di peron dua, saya peron dua dan dia di peron enam. Jadi memang kita pisahnya di bagian atas itu Jatinegara," kata Riza kepada wartawan di RS Polri, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).
Setelah berpisah di Jatinegara, Riza mendapat berita terkait kecelakaan kereta di Bekasi. Dia langsung mencari kepastian atas kondisi Citra.
Upaya Pencarian Citra
Namun hingga pagi tadi, Riza belum mendapat kepastian terkait kondisi Citra. Dia dan teman kampusnya membuat flyer untuk mencari Citra hingga akhirnya mendapat kabar bahwa temannya itu telah meninggal. "Terus dari malam jam 10 sampai tadi pagi belum ada kabar, akhirnya buat flyer segala macam untuk pencarian korban hilang sudah lama tuh. Sampai sore-sore tadi baru dikabarin ternyata almarhumah sudah berpulang," ucapnya.
Sementara itu, rekan Citra yang lain, Catherine (19), menyebut lokasi live rekannya itu terlihat di Bekasi Timur. Namun, Citra tidak dapat dihubungi.
"Terus pas dicek live location HP-nya jam 1 ada di Stasiun Bekasi Timur, ya kan. Terus HP-nya masih di situ dan berusaha di-call juga sempat in another call juga, terus jam setengah tujuh masih berdering, terus selebihnya jam 7 ke atas sudah off," ujar Catherine.
Dia menyebut Citra tinggal bersama kakaknya, sedangkan kedua orang tuanya berada di Jambi. Menurutnya, Citra akan pulang ke Jambi jika ada libur semester kampus.
Kronologi Kecelakaan
Sebagai informasi, kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam. Kecelakaan ini berawal saat taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Taksi itu kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang ke arah Jakarta.
Total ada 15 orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Sebanyak 10 orang di antaranya telah selesai diidentifikasi di RS Polri, Jakarta Timur, dan diserahkan ke keluarga masing-masing.



