Ledakan Gas di Tambang Shanxi Tewaskan Puluhan Orang
BEIJING – Sedikitnya 82 orang tewas dan dua lainnya masih hilang akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China utara. Tragedi ini terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam dan menjadi salah satu kecelakaan tambang paling mematikan di negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Kronologi Kejadian
Ledakan terjadi di tambang batu bara milik perusahaan Liushenyu yang berlokasi di Kota Changzhi. Hingga saat ini, tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang dilaporkan hilang. Sementara itu, 82 jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Pernyataan Resmi Pemerintah
Dalam konferensi pers pada Sabtu (23/5/2026), para pejabat Kota Changzhi mengawali pernyataan dengan berdiri hening untuk mengenang para korban. Wali Kota Changzhi, Chen Xiangyang, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan masyarakat luas.
“Kami sangat berduka atas insiden ini. Atas nama pemerintah kota, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban dan keluarga mereka,” ujar Chen Xiangyang.
Investigasi dan Tindak Lanjut
Pemerintah China telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab ledakan. Sementara itu, operasi penyelamatan dan evakuasi terus dilakukan. Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di sektor pertambangan.



