Korban tewas akibat ledakan bom yang diduga berasal dari peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor, Papua Tengah, terus bertambah. Kini dilaporkan total enam orang menjadi korban tewas dalam insiden tragis tersebut.
Korbar Tambah Satu Orang
Sebelumnya, jumlah korban tewas tercatat lima orang. Namun, satu korban tambahan bernama Mina Puadi (51) meninggal dunia pada Selasa, 2 Juni 2026 dini hari. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi hal tersebut melalui keterangan resmi yang diterima pada Selasa (2/6/2026).
"Dengan meninggalnya Mina, maka saat ini tercatat enam orang yang menjadi korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Biak, Minggu (31/5)," ujar Kombes Cahyo.
Kronologi Meninggalnya Mina Puadi
Awalnya, Mina Puadi mengalami luka ringan dan mengeluhkan kondisinya. Setelah diperiksa secara intensif oleh dokter di RSUD Biak, ia menjalani rawat inap. Namun, pada Selasa dini hari, nyawanya tidak tertolong dan dilaporkan meninggal dunia.
Lima korban tewas sebelumnya adalah Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Korban Luka dan Hilang
Pihak kepolisian menerima laporan awal bahwa terdapat 19 orang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut, termasuk almarhum Mina Puadi. Sementara itu, tiga orang dilaporkan hilang saat bom meledak di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/5).
Tiga orang yang dilaporkan hilang adalah Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27). Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap ketiga orang tersebut di pinggir pantai atau lini luar dari tempat kejadian perkara (TKP). TKP belum dapat diganggu karena tim penjinak bom Polda Papua masih melakukan sterilisasi guna mengamankan kawasan itu dari bahan peledak.
"Setelah dinyatakan aman, tim labfor Polda Papua akan melakukan olah TKP," kata Cahyo.



