Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan analisis mendalam terhadap data terkait kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Salah satu fokus utama adalah mengunduh dan memeriksa isi black box dari mobil taksi Green SM yang tertemper oleh KRL di dekat stasiun tersebut.
Analisis Data Black Box Taksi
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkapkan bahwa data dari black box taksi Green SM sedang diunduh untuk dievaluasi. Setelah itu, pihaknya akan melakukan wawancara dengan pengemudi dan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian untuk memperoleh gambaran lengkap mengenai peristiwa tersebut.
"Data yang di mobil taksi itu kan ada blackbox-nya juga. Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitarnya apa yang terjadi di taksi green taksi tadi," kata Soerjanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Proses Investigasi yang Kompleks
Soerjanto menjelaskan bahwa waktu investigasi kecelakaan tidak dapat ditentukan secara pasti. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan kesulitan dalam membuka data digital, yang terkadang memerlukan waktu tambahan. "Kalau gampang bukanya ya cepat, tapi kadang-kadang kan digital itu juga susah. Mungkin itu dulu," tuturnya.
Hasil analisis data nantinya harus dikonfirmasi kembali kepada berbagai pihak terkait. KNKT juga masih membutuhkan sejumlah wawancara untuk memperkuat temuan. "Kami masih dalam tahap pengumpulan data-data di lapangan dan masih ada beberapa tes yang harus kami lakukan di persinyalan, di lintas, kemudian komunikasi seperti apa. Kita lagi mengumpulkan data-datanya," ungkapnya.
Perkembangan Hukum
Kasus kecelakaan ini telah naik ke tahap penyidikan setelah ditemukan unsur pidana dalam gelar perkara. Kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
Kronologi Kecelakaan
Sebagaimana diketahui, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April malam. Peristiwa tragis itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Saat kecelakaan, taksi Green SM sempat terhenti di tengah rel kereta api yang tidak jauh dari Stasiun Bekasi Timur karena masalah korsleting. Taksi tersebut kemudian tertemper KRL yang melaju dari Cikarang menuju Jakarta. KRL yang terlibat kecelakaan dengan taksi itu kemudian terhenti di tengah rel.



