Kemensos Dampingi Keluarga Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL
Kemensos Dampingi Keluarga Korban Kecelakaan KA dan KRL

Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam penanganan dampak kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang (PLB 5568A). Dukungan difokuskan pada pendampingan keluarga korban melalui asesmen menyeluruh serta identifikasi kebutuhan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Pendampingan dan Asesmen oleh Mensos

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan asesmen terhadap keluarga korban untuk memastikan bentuk bantuan yang sesuai. "Untuk korban kecelakaan, tentu kami akan melakukan asesmen kepada keluarga-keluarga korban. Jika ada yang membutuhkan pendampingan, dukungan, maupun pemberdayaan, akan kami bantu sesuai kebutuhan," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan bahwa santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia umumnya telah diatur melalui mekanisme asuransi yang berlaku. Meski demikian, negara tetap hadir memberikan dukungan tambahan bagi keluarga korban. "Untuk santunan kepada ahli waris biasanya sudah ada mekanismenya melalui asuransi. Tetapi bagi keluarga korban, insya Allah akan kami berikan dukungan berdasarkan hasil asesmen," tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komitmen Akuntabilitas Anggaran

Selain penanganan kedaruratan, Gus Ipul juga menegaskan komitmen Kemensos dalam menjaga akuntabilitas anggaran. Hal ini menunjukkan transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan dana bantuan sosial.

Kronologi Kecelakaan

Kecelakaan beruntun yang terjadi pada Senin (27/4) lalu diduga bermula dari insiden di perlintasan Stasiun Bekasi Timur. Sebuah taksi listrik yang melintang di atas rel lebih dulu tertemper KRL yang melaju ke arah Jakarta, sehingga mengganggu perjalanan kereta di lintasan. Akibatnya, salah satu KRL tujuan Cikarang terpaksa berhenti di Stasiun Bekasi Timur dan berada di jalur yang sama dengan KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah belakang. Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL yang tengah berhenti tersebut.

Benturan dilaporkan cukup keras hingga menyebabkan kerusakan signifikan pada rangkaian kereta. Bagian depan KA jarak jauh bahkan menembus salah satu gerbong, termasuk gerbong khusus perempuan pada KRL. Petugas gabungan pun langsung melakukan evakuasi penumpang dan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Kemensos terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan dan bantuan yang diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada pihak berwenang.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga