Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Rusak 10 Rumah dan 1 Musala, 12 Orang Terluka
Kebakaran SPBE Bekasi Rusak 10 Rumah dan Musala, 12 Luka

Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Sebabkan Kerusakan Parah pada Permukiman Warga

Sebuah insiden kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, tidak hanya menimbulkan korban luka tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan warga. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam dan dampaknya masih dirasakan hingga kini.

Daftar Kerusakan Akibat Kebakaran

Menurut laporan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, kerusakan akibat kebakaran tersebut cukup luas. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, mengonfirmasi bahwa terdapat 10 unit rumah dan 1 musholla yang mengalami kerusakan ringan. Selain itu, empat unit kios juga mengalami kerusakan dengan kategori sedang.

Kerusakan berat tercatat pada tiga unit lapak, enam unit truk milik SPBE, dan tujuh unit kendaraan roda dua. Area kebakaran sendiri diperkirakan memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi, dengan perhitungan kerugian materil yang masih berlangsung.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Luka dan Penanganan Medis

Insiden kebakaran ini mengakibatkan 12 orang mengalami luka-luka, yang terdiri dari pegawai SPBE dan beberapa warga sekitar. "Tak ada korban jiwa, sedangkan korban dalam perawatan ada 12 orang. Itu warga dan pegawai SPBE. Tapi, secara pasti, saat ini belum masuk laporan," jelas Idham Kholid.

Meskipun tidak dijelaskan secara rinci jenis luka yang dialami, para korban telah dirujuk ke empat rumah sakit berbeda untuk mendapatkan perawatan. Rumah sakit tersebut meliputi RS Kartika Husada, RSUD Kabupaten Bekasi, RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, dan RS Citra Arafiq.

Diduga Dipicu oleh Kebocoran Gas

Penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari kebocoran gas selama proses pengisian tabung elpiji. Plt Kadis Damkar Kota Bekasi, Heryanto, menyatakan bahwa "Diduga sementara dari kebocoran gas dari tabung utama". Pernyataan ini disampaikan kepada wartawan pada Kamis (2/4/2026), menegaskan bahwa investigasi lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan akar permasalahan.

Insiden ini menyoroti kembali pentingnya keselamatan dalam pengelolaan bahan bakar berbahaya seperti elpiji, terutama di area permukiman padat penduduk. Warga setempat kini berharap adanya langkah pencegahan yang lebih ketat untuk menghindari terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga