Kebakaran Pabrik Cat di Cikupa Tangerang Diduga Akibat Korsleting Listrik
Kebakaran Pabrik Cat di Cikupa Diduga Korsleting Listrik

Kebakaran Pabrik Cat di Cikupa Tangerang Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sebuah kebakaran besar telah melanda pabrik cat yang berlokasi di Desa Bunder, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Insiden ini terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 22.09 WIB dan berhasil dipadamkan pada Kamis pagi pukul 07.15 WIB. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa penyebab kebakaran diduga kuat akibat korsleting listrik, meskipun investigasi resmi masih berlangsung.

Kronologi dan Upaya Pemadaman

Api dilaporkan dengan cepat membesar sejak malam hari, menciptakan kepanikan di kawasan sekitar. Untuk mengatasi situasi darurat ini, sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian. Petugas berjuang keras sepanjang malam untuk mengendalikan kobaran api yang mengancam fasilitas pabrik.

Proses pemadaman memakan waktu kurang lebih sembilan jam sebelum akhirnya berhasil dikuasai sepenuhnya. Meskipun tantangan yang dihadapi, upaya tim darurat berjalan efektif tanpa menimbulkan korban jiwa atau luka-luka, baik ringan maupun berat.

Dampak dan Kerugian Material

Kebakaran ini menyebabkan kerusakan material yang signifikan. Kerugian finansial diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 6 miliar, mencakup kerusakan pada bangunan pabrik, peralatan produksi, dan persediaan bahan cat. Asap hitam pekat sempat membubung tinggi ke langit, terlihat dari jarak jauh dan menambah kekhawatiran warga setempat.

Pihak berwenang masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menghitung total kerugian secara akurat. Sementara itu, aktivitas di sekitar pabrik telah kembali normal pasca insiden, meskipun bekas kebakaran masih terlihat jelas.

Penyelidikan dan Langkah Pencegahan

BPBD Kabupaten Tangerang menekankan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun penyelidikan mendalam masih terus dilakukan untuk memastikan faktor penyebab pastinya. "Untuk penyebabnya belum diketahui, dugaan sementara korsleting listrik," jelas perwakilan Pusdalops BPBD.

Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap instalasi listrik di kawasan industri, terutama di pabrik yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar seperti cat. Pihak berwenang berencana untuk meningkatkan inspeksi rutin guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap potensi bahaya kebakaran kepada otoritas terkait. Dengan koordinasi yang baik antara petugas dan warga, diharapkan risiko bencana serupa dapat diminimalisir.